Hati - Hati Setiap Helai Pakaianmu Akan Dihisab
Pakaian = Bagian dari Harta Yang Akan Dihisab
Hisab = proses “diperiksa” oleh Allah atas seluruh hidup kita.
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ
حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ فِيهِ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ.
Lā tazūlu qadamā ‘abdin yaumal-qiyāmati ḥattā yus’ala ‘an ‘umrihi fīmā afnāh, wa ‘an ‘ilmihi fīmā fa‘ala fīh, wa ‘an mālihi min ayna iktasabah, wa fīmā anfaqah, wa ‘an jasadihi fīmā ablāh.
“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang : (1) umurnya untuk apa dihabiskan, (2) ilmunya bagaimana diamalkan, (3) hartanya dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan, serta (4) tubuhnya untuk apa digunakan (atau disia-siakan).” (HR. At Tirmidzi)
Saya pernah menyadari bahwa lemari pakaian saya penuh, tapi sering merasa 'tidak punya baju' atau ingin terus membeli pakaian baru. Dari hadits tersebut, saya belajar pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan dalam hal pakaian. Baju bukan hanya soal gaya, tapi juga bagian dari harta yang akan dihisab. Dengan memiliki banyak pakaian yang jarang dipakai, ternyata kita harus mempertanggungjawabkannya kelak. Oleh karena itu, saya mulai berusaha lebih sederhana dan bersyukur dengan pakaian yang saya miliki. Selain itu, saya mencoba memaksimalkan manfaat pakaian yang saya punya, dengan cara memakainya secara maksimal, merawat dengan baik, atau menyedekahkannya jika sudah tidak terpakai. Ini membantu hati saya merasa lebih ringan dan mengurangi beban hisab terkait pakaian. Belajar dari hadits ini, saya juga mengajak teman dan keluarga untuk lebih sadar dalam mengelola pakaian mereka. Terutama di zaman sekarang di mana mudah sekali membeli pakaian secara online tanpa pikir panjang, kita harus berusaha agar hisab atas harta dan pakaian kita tidak memberatkan di akhirat nanti.




