10 Contoh Logical Fallacy Yang Relate dengan Islam
Yuk follow akun ini bersama-sama kita merangkai hidup dengan hadits setiap hari 😎
Pastikan kamu udah baca konten slide photo ya sebelum baca caption.
Berikut beberapa hadits yang berkaitan erat dengan cara berpikir keliru, walaupun tidak menyebut “logical fallacy” secara istilah:
1. Larangan Ghuluw (berlebihan), terkait Slippery Slope & False Dilemma
Nabi ﷺ bersabda:
“Jauhilah sikap berlebihan dalam agama, karena orang sebelum kalian binasa karena berlebihan dalam agama.”
(HR. An-Nasai, Ahmad)
Relate:
Orang yang membangun “akibat mengerikan” tanpa bukti atau membuat pilihan ekstrem sering jatuh ke dalam slippery slope dan false dilemma.
2. Larangan Menghakimi Orang Berdasarkan Satu Kesalahan, terkait Hasty Generalization
Nabi ﷺ bersabda:
“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik yang bersalah adalah yang bertaubat.”
(HR. Tirmidzi)
Relate:
Tidak boleh satu perilaku dijadikan alasan menghakimi seluruh kelompok (generalization).
3. Larangan Menuduh Tanpa Ilmu, terkait Strawman & False Assumption
Nabi ﷺ bersabda:
"Cukuplah seseorang berdosa ketika dia menceritakan semua yang ia dengar.”
(HR. Muslim)
Relate:
Banyak strawman muncul karena orang mengambil informasi tanpa tabayyun, lalu menyerang gambaran yang salah.
4. Larangan Taklid Buta, terkait Appeal to Authority
Nabi ﷺ bersabda:
“Tidak boleh taat kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.”
(HR. Ahmad)
Relate:
Ketaatan buta kepada tokoh tanpa kritik = appeal to authority yang salah.
5. Adab Berdebat, terkait Ad Hominem
Nabi ﷺ bersabda:
“Orang paling dibenci Allah adalah yang paling keras dan kasar dalam berdebat.”
(HR. Bukhari)
Relate:
Berdebat dengan menyerang pribadi, bukan argumen, adalah ad hominem.
6. Larangan Mengikuti Mayoritas Tanpa Ilmu, terkait Bandwagon Fallacy
Nabi ﷺ bersabda:
“Umatku tidak akan bersepakat dalam kesesatan.”
(HR. Tirmidzi)
Relate:
Kebenaran tidak selalu ikut jumlah, tapi ikut ilmu.
7. Menolak Argumen dengan Menyalahkan Pembawanya, terkait Tu Quoque
Nabi ﷺ bersabda:
“Sampaikan kebenaran walaupun itu pahit.”
(HR. Ibn Hibban)
Relate:
Kebenaran tetap benar meskipun yang menyampaikan belum sempurna amalnya.






































