Doa Supaya Tidak Malas Salat
Doa untuk memohon agar diri kita dan keturunan kita rajin/teguh dalam mendirikan salat.
QS Ibrahim ayat 40
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Transliterasi:
Robbi ij‘alnī muqīmaṣ-ṣolāti wa min dhurriyyatī, robbanā wa taqobbal du‘ā’.
Artinya:
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang tetap mendirikan salat, begitu pula anak cucuku. Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku."
Aku pribadi juga pernah ada di fase sering malas salat. Bukan karena tidak tahu wajibnya, tapi rasa berat, menunda-nunda, sampai akhirnya ketinggalan waktu. Doa dari QS Ibrahim ayat 40 ini jadi salah satu amalan yang pelan-pelan bantu aku bangkit lagi. Biasanya aku baca ayat ini setelah salat fardu, terutama habis Magrib atau Isya, sambil benar-benar minta sama Allah supaya hati dijaga. Lafaznya: رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ "Robbi ij'alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min dhurriyyatī, robbanā wa taqobbal du‘ā’." Aku juga menambahkannya di doa setelah salat Subuh, karena pagi itu biasanya menentukan mood satu hari. Ketika lagi drop iman dan mulai malas salat, aku jadikan doa ini sebagai zikir pendek yang sering diulang, misalnya sambil di jalan, di motor, atau menunggu sesuatu. Rasanya seperti terus mengingatkan diri: tujuan kita bukan cuma salat sendiri, tapi juga ingin keturunan kita tidak malas salat. Selain baca doa, ada beberapa hal yang menurut pengalamanku membantu mengurangi rasa malas: 1. **Jaga suasana hati dan lingkungan** Kalau sering nongkrong dengan orang yang cuek soal salat, rasa malas makin kuat. Waktu aku mulai gabung di circle teman yang salatnya lebih terjaga, otomatis aku ikut lebih semangat. Obrolannya juga sering mengingatkan soal salat. 2. **Jangan menunggu "mood baik" untuk salat** Malas itu biasanya datang sebelum wudu. Jadi aku paksa diri dulu buat berdiri dan ambil wudu. Begitu air kena badan, rasa malas itu sedikit demi sedikit berkurang. Di titik ini, aku sering bisikkan doa ini di hati sambil wudu. 3. **Ingat tujuan doa ini: bukan cuma rajin, tapi teguh** Di ayat ini, yang diminta bukan sekadar sering salat, tapi menjadi *muqīmaṣ-ṣalāt* (orang yang menegakkan salat). Artinya, bukan hanya gerakan, tapi sadar kalau salat itu tiang agama. Ketika aku paham maknanya, doa ini terasa lebih dalam, bukan sekadar hafalan Arab. 4. **Doakan juga keturunan meskipun belum menikah** Bagian "wa min dhurriyyatī" mengajarkan kita untuk jauh berpikir ke depan. Meski aku belum punya anak, aku tetap baca bagian ini. Ada rasa tenang karena kita sedang menanam doa untuk generasi setelah kita agar tidak malas salat. 5. **Tuliskan doa ini dan tempel di tempat yang sering terlihat** Aku sempat tulis lafaz Arab dan latinnya di kertas lalu ditempel di dekat meja belajar. Setiap lihat, aku otomatis keingat untuk membacanya. Ini sederhana, tapi cukup membantu buat yang mudah lupa. Kalau kamu merasa masih sering malas salat, jangan putus asa. Terus saja baca doa ini, minta sama Allah dengan jujur. Amalannya bukan harus panjang-panjang, yang penting rutin. Semoga kita, orang tua kita, dan keturunan kita dijauhkan dari rasa malas salat dan diberi kekuatan untuk selalu menjaga salat lima waktu.











