Menjemur pakaian di siang hari dengan sinar matahari adalah waktu yang tepat agar pakaian cepat kering dan bebas dari bakteri.
Adanya kepercayaan bahwa menjemur pakaian di malam hari bisa menyebabkan "ketempelan setan" adalah sebuah tahayul dan tidak memiliki dasar.
Tidak ada doa spesifik untuk tindakan menjemur pakaian, namun Anda dapat mengaitkan amalan tersebut dengan rasa syukur dan memohon kebaikan secara umum.
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku juga sering bingung soal menjemur pakaian. Ada yang bilang harus siang bolong, ada yang larang menjemur malam karena takut ketempelan setan, ada yang takut baju berjamur. Setelah coba-coba dan baca sana-sini, aku akhirnya punya kebiasaan sendiri yang menurutku cukup efektif.
Untuk menjemur pakaian di siang hari, aku biasanya pilih jam antara 9–3 siang. Di jam segitu matahari masih cukup kuat tapi nggak sepanas jam 12 kalau kamu takut warna baju cepat pudar. Baju yang tebal, seperti jeans atau handuk, aku letakkan langsung di bawah sinar matahari. Sedangkan baju yang bahan dan warnanya gampang pudar, aku balik bagian dalamnya ke luar atau taruh di rak jemuran yang agak teduh.
Kalau terpaksa menjemur baju di malam hari (misalnya habis hujan seharian atau baru sempat nyuci malam), aku sekarang sudah nggak percaya lagi sama tahayul. Yang aku perhatiin itu justru hal teknis: sirkulasi udara, kebersihan, dan jarak antar pakaian. Aku pakai rak jemuran di dalam rumah atau di teras yang agak tertutup, pastikan ada kipas atau ventilasi supaya udara tetap mengalir. Baju jangan ditempel-tempel, kasih jarak supaya uap airnya cepat hilang.
Soal bau apek, ini kaitannya sama cara menjemur kain dan menjemur baju yang benar. Setelah selesai dicuci, jangan lama-lama ditinggal di mesin cuci, langsung angkat dan jemur. Baju yang bagian ketiaknya mudah bau aku hadapkan langsung ke arah angin atau matahari. Untuk kain tebal seperti selimut dan bed cover, aku jemur di hari cerah dan biasanya aku balik beberapa kali supaya dua sisi sama-sama kering.
Di gambar yang kubuat tentang "Doa Harian Menjemur Pakaian" itu sebenarnya aku ingin mengingatkan diri sendiri. Nggak ada doa khusus yang wajib, tapi aku suka baca doa singkat dalam bahasa Arab atau bahasa sendiri, yang intinya bersyukur karena Allah sudah kasih pakaian untuk menutupi aurat dan buat berhias diri dengan cara yang halal. Kurang lebih niatnya: berterima kasih atas rezeki pakaian, minta dijauhkan dari sifat sombong, dan semoga pakaian yang dipakai menolong kita untuk berbuat kebaikan.
Kalimat seperti "Allah my everything" buatku punya arti bahwa hal kecil seperti menjemur pakaian pun bisa jadi momen mengingat Allah. Sambil jemur, aku kadang istighfar, berselawat, atau sekadar ngomong pelan, "Ya Allah, terima kasih sudah mudahkan aku bisa mencuci dan menjemur baju hari ini." Keliatannya sepele, tapi di situ rasanya pekerjaan rumah tangga jadi lebih ringan dan bermakna.
Intinya, menjemur pakaian, menjemur kain, atau menjemur baju malam hari itu sah-sah saja selama kamu perhatikan kebersihan, sirkulasi udara, dan cara menatanya di rak jemuran. Soal setan dan tahayul, pelan-pelan bisa ditinggalkan, diganti dengan pemahaman bahwa yang penting adalah ikhtiar menjaga kebersihan dan menyertakan doa serta rasa syukur di setiap aktivitas harian kita.