bismillah aja
tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata
Sebagai seorang yang pernah mengalami masa-masa sulit dalam mengurus keluarga, saya sangat terinspirasi dengan kekuatan seorang ibu yang tidak mudah menyerah. Dari pengalaman pribadi, saya tahu betul bagaimana setiap pagi harus bangun dengan penuh tenaga meski hati dan tubuh terasa letih. Sang ibu dalam puisi ini mengajarkan saya bahwa kesabaran dan keteguhan hati adalah kunci untuk melewati segala cobaan. Tidak jarang, ketika menghadapi tekanan dan rasa lelah yang sangat, saya memilih untuk mengambil waktu sejenak untuk beristirahat dan merenung. Namun, seperti yang disampaikan dalam tulisan ini, istirahat bukan berarti menyerah. Ada harapan yang terus ditanam oleh ibu dalam setiap langkah kecilnya. Anak-anak saya pun belajar dari cara saya bertahan, lebih dari sekadar nasihat panjang, namun melalui tindakan sehari-hari yang konsisten. Saya percaya bahwa ketidaksempurnaan adalah bagian dari perjalanan hidup, dan ibu tidak harus selalu kuat secara fisik atau mental. Cukup dengan terus berdiri, walau terkadang sambil gemetar dan menahan air mata. Doa dan usaha kecil itulah yang akhirnya membangun keluarga yang kuat dan penuh kasih sayang. Maka dari itu, jika saat ini ada ibu yang merasa lelah dan ingin menyerah, saya ingin mengingatkan bahwa jangan sampai kehilangan arah. Pelan-pelan, tetaplah melangkah. Karena setiap tetes keringat dan air mata yang ditahan mencerminkan harapan dan cinta yang tak tergantikan. Bismillah aja, mulailah hari dengan doa dan keyakinan bahwa setiap usaha tidak akan sia-sia.


























