Hanta virus Jadi Perhatian Dunia, Ini Kata Pakar Penyakit Tropis UGM
Yogyakarta, Cakrawala.Co- Dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK UGM, dr. Riris Andono Ahmad MPH mengungkapkan hanta virus yang berasal dari jenis virus strain Andes yang dominan hidup di kawasan Pegunungan Andes, Amerika Selatan berbeda dengan sebagian besar hanta virus lainnya.
Sebagai seseorang yang mengikuti perkembangan kesehatan global, saya merasa penting membahas lebih dalam tentang hantavirus strain Andes yang baru-baru ini mencuri perhatian dunia. Virus ini berasal dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan berbeda dari hantavirus pada umumnya karena kemampuannya untuk menular antar manusia, meskipun dengan tingkat penularan terbatas. Pengalaman saya pribadi ketika mengikuti talkshow online oleh Fakultas Kedokteran UGM menggambarkan bahwa hantavirus ini bisa menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), suatu kondisi yang bisa sangat fatal jika tidak mendapatkan penanganan cepat dan tepat. Masa inkubasi virus yang bisa berlangsung antara 4 sampai 42 hari membuatnya cukup sulit dideteksi sejak awal, sehingga sangat penting untuk waspada terhadap gejala seperti demam, nyeri otot, dan gangguan pernapasan. Yang menjadi kekhawatiran adalah penularan antar manusia yang terjadi melalui kontak erat dan berkepanjangan. Ini artinya, meskipun risiko pandemi global dinilai rendah oleh WHO, komunitas yang memiliki kontak intensif, seperti anggota keluarga atau awak kapal pesiar, memiliki risiko lebih tinggi. Oleh karena itu, menjaga jarak fisik dan kebersihan tetap menjadi langkah pencegahan utama yang harus kita terapkan. Dari sudut pandang saya, edukasi dan kesadaran masyarakat tentang hantavirus ini sangat penting. Informasi yang saya dapatkan dari pakar di UGM menegaskan betapa pentingnya deteksi dini dan pelaporan kasus untuk menghindari penyebaran yang tidak terkendali. Selain itu, penggunaan masker dan protokol kesehatan yang ketat juga membantu mengurangi kemungkinan tertular khususnya di area rawan. Dengan mengikuti perkembangan informasi ini dan menerapkan langkah preventif di kehidupan sehari-hari, kita bisa bersama-sama membantu meminimalkan dampak hantavirus strain Andes. Semoga edukasi ini dapat membuat kita semakin waspada tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan, dan terus mendukung upaya para tenaga medis dan ilmuwan dalam menanggulangi penyakit ini.