Tentu ga bisa yaa 🥹 tapi bisa dibuat hemat budget banget!
Ini aku foto di karimun jawa kebetulan lagi jalan2 sama keluarga n dibayarin, jadi pas tau mau trip ke karimun jawa langsung ngajak cowo aku foto prewed, pake tripod aja dan 1 hp 📸
Biar pede aku emang lebih suka foto2 sendiri karna malu kalo minta tolong keluarga, tapi kalo kalian fine2 aja harusnya bakal lebih mudah sih 🌸
Gimana menurut kalian hasilnya? foto sendiri cuma pake tripod dan hp, modal beli prewed dress aja sisanya aku emg udah ada makeup sama tripod, plus tiket dibayarin sama keluarga hihi gimana guys?
Next trip ada rencana mau ke bandung berdua, tapi ga sewa photographer karna photographer bisa sampe belasan juta cuma 3 jam foto, menangis dompetku 🫠
... Baca selengkapnyaAku lumayan kaget sih pas banyak yang bilang hasilnya mirip foto wedding profesional, padahal beneran cuma pakai HP dan tripod. Jadi aku share lebih detail ya gimana caraku biar foto prewed hemat ini tetap kelihatan niat dan estetik.
Pertama, soal persiapan konsep. Sebelum berangkat ke Karimunjawa, aku udah stalking Pinterest dan Instagram buat cari referensi pose dan warna baju. Karena fotonya di pantai, aku pilih tema serba putih biar nyatu sama laut biru dan langit cerah. Menurutku, warna baju itu ngaruh banget ke hasil foto wedding, bahkan kalau cuma pakai kamera HP.
Kedua, urusan lighting. Kunci foto di pantai itu jam fotonya. Aku dan pasangan sengaja foto pas golden hour, sekitar jam 7–8 pagi atau menjelang sunset. Di jam-jam ini cahaya matahari lebih lembut, jadi kulit kelihatan lebih halus dan bayangan nggak terlalu keras. Buat kalian yang mau foto wedding simple di pantai, mending hindari jam 11–2 siang karena matahari terlalu terik.
Tripod juga berjasa banget. Aku pakai tripod kecil yang ringan, gampang dilipat dan masuk tas. Cara kami: set HP di timer 3–10 detik atau pakai mode burst, lalu kami buru-buru ambil pose. Kadang sekali pencet bisa dapat beberapa foto, jadi tinggal pilih yang paling oke. Kalau kalian punya smartwatch atau remote bluetooth buat HP, itu lebih enak lagi, berasa punya asisten fotografer sendiri.
Soal pose, aku pilih yang simpel dan natural: saling tatap, jalan pelan sambil gandengan, pelukan dari belakang, sampai gaya dipeluk dan hampir ciuman seperti yang sering muncul di referensi foto wedding di Pinterest. Tipsku: jangan terlalu kaku, ngobrol aja sambil foto, bercanda dikit, jadi ekspresinya lebih lepas dan romantis.
Makeup dan rambut aku kerjain sendiri. Aku pakai makeup yang biasa aku pakai kondangan, bukan yang berat banget. Yang penting complexion rapi, alis keisi, mascara, sedikit eyeliner, plus lipstik yang awet. Rambut cukup dicatok dan dibiarkan terurai, karena angin pantai kadang bikin efek foto makin dramatis.
Hal lain yang sering orang lupa adalah angle. Kami coba beberapa sudut: dari bawah biar kelihatan langit luas, dari samping dengan latar laut biru, dan sedikit wide angle biar pemandangan Karimunjawa yang cantik tetap kebawa. Aku juga sesekali cropping dan edit sedikit kontras, brightness, dan suhu warna biar nuansanya hangat kayak foto wedding profesional.
Menurutku, foto wedding atau foto prewedding itu nggak selalu soal budget besar, tapi lebih ke momen dan niat kalian mengabadikan kenangan. Kalau bisa nebeng trip keluarga atau lagi liburan bareng pasangan, manfaatkan sekalian buat foto. Yang penting, komunikasikan dulu sama pasangan soal konsep dan gaya yang kalian mau, jadi pas hari H nggak bingung mau ngapain.
Kalau nanti jadi ke Bandung, aku juga kepikiran buat lanjut konsep yang sama: foto wedding versi hemat dengan latar pegunungan atau hutan pinus, masih pakai HP dan tripod. Jadi buat kalian yang lagi mikir dua kali sewa fotografer mahal, boleh banget coba cara DIY seperti ini dulu. Siapa tahu malah ketagihan foto berdua dan dapet hasil yang lebih personal.
wah ka bagus banget sih hasilnya kaya difotoin hehe