... Baca selengkapnyaPas dulu pertama kali ketemu istilah metodologi penelitian (metopen), aku juga bingung bedanya sama “metode penelitian”. Singkatnya, metodologi penelitian itu cara berpikir yang sistematis tentang bagaimana penelitian dilakukan, sedangkan metode penelitian lebih ke teknik konkret yang kamu pakai (misalnya angket, wawancara, observasi).
Kalau ngomongin macam-macam penelitian kuantitatif, biasanya yang sering dipakai mahasiswa itu:
1. Penelitian deskriptif kuantitatif → fokus menggambarkan kondisi apa adanya pakai data angka. Contoh: survei tingkat kepuasan pelanggan di suatu cafe, hasilnya nanti berupa persentase.
2. Penelitian korelasional → mencari hubungan antara dua variabel atau lebih. Misalnya: apakah ada hubungan antara intensitas belajar dengan nilai ujian.
3. Penelitian komparatif → membandingkan dua kelompok. Contoh sederhana: membandingkan hasil belajar siswa kelas yang memakai metode A dengan kelas yang memakai metode B.
4. Penelitian eksperimen → ada perlakuan (treatment) tertentu. Misalnya, kamu memberi metode belajar baru pada satu kelompok siswa dan membandingkannya dengan kelompok kontrol.
Model penelitian kuantitatif biasanya digambarkan dalam bentuk bagan alur atau tabel. Di skripsiku dulu, dosen minta ada tabel penelitian yang jelas: variabel bebas, variabel terikat, indikator, sampai instrumen yang dipakai. Tabel kayak gini ngebantu kamu melihat hubungan antarvariabel secara rapi dan mempermudah saat analisis data.
Untuk penelitian kualitatif, teknik yang paling sering dipakai itu wawancara dan observasi. Wawancara dipakai buat menggali cerita dan pengalaman mendalam dari informan, sedangkan observasi untuk mengamati langsung kejadian di lapangan. Contohnya, kalau kamu meneliti budaya kerja di sebuah perusahaan, kamu bisa:
- Observasi cara karyawan berinteraksi sehari-hari
- Wawancara beberapa karyawan dan atasan
Kadang, peneliti juga memilih mix-method, yaitu kombinasi data kualitatif dan kuantitatif. Misalnya, kamu pakai kuesioner (data angka) untuk melihat tren umum, lalu lanjut wawancara (data naratif) biar lebih paham alasan di balik angka-angka itu. Dari pengalaman, mix-method ini memang lebih capek, tapi hasilnya biasanya lebih kaya.
Soal populasi dan sampel, bayangin populasi itu “semesta” objek penelitianmu, misalnya semua siswa SMA di kota X. Sampel adalah sebagian yang benar-benar kamu teliti, misalnya hanya tiga sekolah. Penting banget menuliskan di metopen: kriteria sampel, berapa jumlahnya, dan bagaimana cara kamu mengambil sampel (acak, purposive, dan lain-lain).
Kalau kamu mau bikin tabel perbandingan jenis penelitian, kamu bisa bandingkan:
- Sumber data (angka vs naratif)
- Teknik pengumpulan data (angket, observasi, wawancara)
- Tujuan penelitian (mengukur, menjelaskan, memahami makna)
- Contoh kasus penelitian
Dengan memahami arti metodologi, jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif, sampai contoh tabel penelitian, kamu bakal lebih mudah menyusun bab metodologi dan nggak sekadar copy-paste, tapi benar-benar paham kenapa memilih metode tersebut.