5 Aturan Gak Tertulis di Jepang Turis Harus Tahu!

Liburan ke Jepang emang jadi impian banyak orang, tapi tahu gak sih kalau warga lokal di sana sangat menjunjung tinggi tata krama? Biar liburan kamu tenang dan gak bikin warga lokal risih, ada beberapa aturan gak tertulis yang WAJIB banget kamu patuhi.

​Yuk, swipe sampai akhir dan catat poin-poin penting ini! 👇

​1. 🍢 Jangan Makan Sambil Berjalan (Tabearuki)

​Di Jepang, jalan sambil ngunyah itu dianggap kurang sopan dan bisa mengotori fasilitas umum. Kalau kamu beli street food, biasakan untuk langsung menghabiskannya di depan toko tersebut atau cari tempat duduk yang tersedia ya!

​2. 🔇 Dilarang Telepon di Dalam Kereta

​Suasana transportasi umum di Jepang itu super tenang. Pastikan HP kamu selalu dalam mode Silent/Manner Mode. Kalau ada telepon masuk, sebaiknya abaikan dulu atau kirim pesan singkat bahwa kamu sedang di kereta. Berbicara dengan suara keras pun sangat tidak disarankan.

​3. 🚶 Aturan Berdiri di Eskalator

​Jangan asal berdiri di tengah jalan ya!

​Di area Tokyo (Kanto): Berdirilah di sisi KIRI (sisi kanan dikosongkan untuk orang yang terburu-buru/mendahului).

​Note: Di beberapa daerah lain seperti Osaka (Kansai), aturannya justru kebalikannya (berdiri di sisi kanan). Selalu perhatikan barisan orang di depanmu!

​4. 💵 Cara Sopan Transaksi Tunai

​Saat membayar di kasir minimarket atau restoran, jangan menyerahkan uang tunai atau kartu langsung ke tangan kasir. Letakkan uang kertas dan koin kamu di atas nampan kecil (okyaku-tray) yang sudah disediakan di meja kasir.

​5. ❌ Jangan Pernah Memberi Tip!

​Ini penting banget! Di Jepang tidak ada budaya tipping. Kalau kamu meninggalkan uang kembalian di meja restoran, pelayannya justru bakal ngejar kamu sampai keluar karena dikira uangmu ketinggalan. Cukup ucapkan "Gochisousama deshita" (Terima kasih atas makanannya) sebagai bentuk apresiasi.

​Save konten ini biar gak bingung pas udah sampai sana! Mau tau juga etika saat berendam di Onsen atau saat berkunjung ke Kuil? Tulis di kolom komentar ya! ⇓

#TabiTabiGo #TipsJepang #WisataJepang #EtikaJepang #LiburanJepang

6/2 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSaat berkunjung ke Jepang, selain mematuhi aturan dasar seperti tidak makan sambil berjalan dan tidak menelepon dalam kereta, saya juga belajar bahwa memahami budaya lokal bisa membuat pengalaman liburan jauh lebih berkesan. Misalnya, kebiasaan berdiri di eskalator yang berbeda antara Tokyo dan Osaka, sering saya alami sendiri saat berpindah kota. Awalnya bingung, tapi dengan memperhatikan orang-orang sekitar, saya bisa menyesuaikan diri dengan cepat. Selain itu, cara membayar menggunakan nampan kecil di kasir memang terasa agak canggung di awal, tapi setelah mencoba, saya mengerti ini adalah bentuk menghormati para pekerja. Hal kecil seperti ini ternyata sangat penting di Jepang untuk menunjukkan sopan santun. Oh ya, jangan lupa jangan tinggalkan tip karena justru bisa membuat pelayan bingung dan merasa harus mengembalikan uangmu. Pengalaman saya juga memperlihatkan bahwa bahasa tubuh dan cara berbicara halus sangat membantu membangun komunikasi yang baik, termasuk mengucapkan "Gochisousama deshita" setelah makan sebagai tanda terima kasih. Ini bukan hanya sopan, tapi menunjukkan apresiasi kita terhadap budaya mereka. Saya juga menyarankan untuk menjelajahi lebih jauh etika saat berendam di Onsen atau kunjungan ke kuil, yang merupakan bagian penting dari budaya Jepang dan bisa memberikan pengalaman unik ketika memahami tata caranya dengan benar. Dengan menerapkan aturan-aturan ini, kamu tidak hanya menghindari kesalahpahaman, tapi juga mendapat peluang lebih besar untuk menikmati keramahan warga lokal dan membuat liburanmu ke Jepang jadi memorable.

Cari ·
poni untuk jidat jenong