Beberapa hari lalu, makan terasa hambar, tidur pun sulit, dan dada terasa sesak karena rindu. Kini semuanya perlahan sudah terlewati, namun satu hal yang masih kuharap: semoga kalian tetap hadir, meski hanya dalam mimpi. 🥹🤍
Menghadapi kehilangan orang yang kita cintai memang bukan hal yang mudah. Saya pernah merasakan bagaimana setiap hari terasa berat, apalagi ketika makan menjadi hambar, tidur sulit, dan dada sesak akibat rasa rindu yang mendalam. Dalam masa-masa seperti itu, kita seringkali dipenuhi pertanyaan dan harapan yang belum tentu menemukan jawaban dengan cepat. Yang paling penting adalah memberi waktu bagi diri sendiri untuk benar-benar merasakan proses berduka. Saya menemukan bahwa membuat konten atau kegiatan kreatif lain di tengah malam dapat menjadi cara yang efektif untuk menyalurkan perasaan sekaligus mengalihkan pikiran dari kesedihan yang terus menghantui. Meski hati belum sepenuhnya pulih, saya belajar bahwa hidup harus tetap berjalan, dan sedikit demi sedikit, setiap hari menjadi lebih ringan. Selain itu, menjaga harapan agar kenangan dan keberadaan orang yang kita rindukan tetap hadir—meskipun hanya dalam mimpi—memberikan rasa nyaman dan penghiburan tersendiri. Dengan cara ini, kita tidak benar-benar melepas mereka, melainkan terus menghargai dan memaknai keberadaan mereka dalam perjalanan hidup kita. Bagi yang sedang mengalami situasi serupa, jangan paksakan diri untuk segera pulih. Mulailah dengan hal kecil seperti menjalankan rutinitas harian, mengekspresikan perasaan lewat tulisan atau seni, dan berbagi cerita dengan orang terdekat. Kesembuhan emosional datang seiring waktu dan upaya untuk tetap menjalani hidup dengan penuh harapan.


















