Mengulang kegiatan yg sama setiap hari

2/20 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai mom of two yang hampir tiap hari berkutat dengan beres beres rumah dan rutinitas dailylife, aku makin sadar kalau aku itu tipe orang yang suka mengamati dan merenung dulu sebelum bertindak. Misalnya, sebelum mengubah jadwal bersih-bersih atau pola aktivitas anak, aku perhatiin dulu beberapa hari: jam berapa rumah paling berantakan, kapan anak-anak biasanya rewel, kapan aku punya energi paling banyak. Baru setelah itu aku pelan-pelan ubah kebiasaan. Kalau dipikir-pikir, gaya seperti ini mirip banget sama gaya belajar reflektif. Jadi bukan yang langsung gercep coba semua tips, tapi lebih suka kumpulin info dulu, lihat situasi, lalu merenungkan mana yang cocok buat kondisi di rumah. Contohnya, waktu aku mau bikin jadwal beres beres harian, aku nggak langsung ikutin template orang lain. Aku catat dulu, hari apa cucian numpuk, sudut mana di rumah yang paling cepat berantakan, dan pekerjaan apa yang paling makan waktu. Setelah seminggu mengamati, baru deh aku susun rutinitas yang pas versi aku sendiri. Kadang orang lihat rutinitas ibu rumah tangga itu membosankan karena kelihatannya cuma mengulang kegiatan yang sama: nyapu, ngepel, cuci piring, cuci baju, masak, urus anak, tidur, ulang lagi. Tapi waktu aku mulai lebih sadar dan mengamati detailnya, ternyata banyak hal kecil yang bisa disyukuri dan dipelajari. Misalnya, dari cara anak berantakin mainan, aku bisa tahu mereka lagi suka apa. Dari tumpukan cucian, aku bisa evaluasi apakah baju di lemari kebanyakan atau memang butuh atur ulang jadwal cuci. Buat kamu yang merasa punya pola mirip—lebih suka mengamati situasi secara mendalam dan merenungkan pengalaman sebelum langsung bertindak—nggak apa-apa banget. Gaya seperti itu justru ngebantu banget dalam mengelola rumah dan rutinitas sebagai ibu rumah tangga. Kamu bisa pakai momen beres beres dan dailylife sebagai waktu buat refleksi: hari ini apa yang bikin kamu paling capek, apa yang bikin kamu senang, dan kebiasaan kecil apa yang bisa diubah supaya besok lebih ringan. Pelan-pelan, dari hasil refleksi itu, kamu bisa buat sistem yang cocok buat keluarga kamu sendiri. Misalnya, bikin zona beres beres per ruangan per hari, bikin jadwal bermain anak yang realistis, atau atur ulang sudut rumah supaya lebih gampang dibersihkan. Intinya, nggak semua orang harus langsung gerak cepat; ada juga yang berkembang lewat mengamati dan merenungkan. Dan itu sah-sah saja, apalagi dalam peran sebagai mom of two yang tiap hari berkutat dengan rutinitas rumah yang nggak ada habisnya.