Life as a Scoliosis fighter 👾
Hi, tata here!
welcome to my journey as a Scoliosis fighter 👋
as a scolioser, it was so sad that everytime worrying about the curve. finally i can little accepted what happened with my body. it's okay to cry sometimes, but remember to still wake up and fight again.
oiyaa, tetep semangat buat kita semua scoliosis fighter, find your happiness everyday✊
paypay<3
#seandainyadalam1minggu #scoliosisawareness #selftalk #digitaljournal
Sebagai penderita levoscoliosis lumbalis, aku sering menjalani pemeriksaan rontgen untuk memantau perkembangan tulang belakangku. Awalnya, mengetahui diagnosa tersebut memang membuatku merasa khawatir dan sedih, terutama karena gerakan terbatas seperti tidak boleh sering menggunakan tas berbeban satu sisi atau melakukan olahraga dengan gerakan dominan sebelah, misalnya bulutangkis. Namun, aku belajar dari dokter dan fisioterapis tentang pentingnya menggunakan brace dan menjalani fisioterapi rutin agar kondisi tulang belakang tidak bertambah parah. Aku juga menemukan bahwa posisi tidur yang benar dan melakukan latihan sederhana seperti child pose sangat membantu meredakan ketegangan otot. Untuk menguatkan mental, aku mulai menulis diary dan berbicara jujur pada diri sendiri tentang perasaanku. Sesekali aku menangis dan overthinking, tapi aku sadar bahwa menerima keadaan ini adalah langkah awal agar aku bisa tetap bersemangat melawan tantangan scoliosis setiap hari. Selain itu, aku menghindari membawa totebag yang berat dan mulai menggunakan tas punggung yang mendukung postur tubuh. Hal kecil ini ternyata sangat besar pengaruhnya untuk mengurangi ketidaknyamanan di punggung. Melalui perjalanan ini, aku ingin mengajak teman-teman scoliosis fighter untuk tidak sendiri menghadapi kondisi ini. Temukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil dan jangan takut minta bantuan saat perlu. Apa pun kondisi tubuhmu, tetap semangat, dan terus berjuang!



