Kisah Awal Mula Lempar Jumrah dalam Ibadah Haji🌏
Kisah Awal Mula Lempar Jumrah dalam Ibadah Haji
Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi napak tilas perjuangan iman Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, keluarganya, dan perlawanan abadi terhadap godaan setan.
Salah satu ritual paling simbolik dalam haji adalah lempar jumrah. Di balik lemparan batu-batu kecil itu, tersembunyi kisah besar tentang ketaatan, ujian, dan permusuhan abadi dengan Iblis.
•> Ujian Terberat Nabi Ibrahim
Ketika Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menerima perintah Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail ‘alaihissalam, perintah itu bukan datang dari logika manusia, melainkan dari wahyu:
“Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu…”
(QS. Ash-Shaffat: 102)
Iblis mengetahui:
Jika Ibrahim dan Ismail berhasil melewati ujian ini, maka hancurlah harapannya menyesatkan mereka.
Maka ia turun tangan.
•> Godaan Setan di Tiga Tempat
Dalam perjalanan menuju tempat penyembelihan di Mina, Iblis datang menjelma bukan sekali, tetapi tiga kali, di tiga titik berbeda.
Godaan Pertama – Kepada Nabi Ibrahim
Iblis membujuk:
“Wahai Ibrahim, apakah engkau yakin perintah ini dari Allah?
Bukankah ini terlalu kejam?”
Namun Ibrahim ‘alaihissalam langsung sadar. Dengan izin Allah, Jibril ‘alaihissalam memerintahkan Ibrahim melempar setan dengan batu.
> Nabi Ibrahim mengambil tujuh batu kecil
> Ia melempar sambil bertakbir:
“Allahu Akbar!”
Iblis pun terkutuk dan mundur.
• Tempat ini kelak disebut Jumrah Ula.
Godaan Kedua – Kepada Nabi Ismail
Iblis belum menyerah. Ia mendatangi Nabi Ismail ‘alaihissalam:
“Wahai anak muda, ayahmu akan membunuhmu. Selamatkan dirimu!”
Namun Ismail menjawab dengan iman yang luar biasa:
“Lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu.”
Ia pun melempar Iblis dengan tujuh batu sambil bertakbir.
• Tempat ini menjadi Jumrah Wustha.
Godaan Ketiga – Kepada Siti Hajar
Terakhir, Iblis mencoba mengguncang hati seorang ibu:
“Apakah engkau rela anakmu disembelih?”
Namun Hajar menjawab dengan tegas:
“Jika itu perintah Allah, aku ridha.”
Dengan izin Allah, Iblis kembali dilempari batu dan terusir.
• Tempat ini menjadi Jumrah Aqabah.
•> Makna Lempar Jumrah
Sejak saat itu, lempar jumrah disyariatkan sebagai:
• Simbol perlawanan terhadap setan
• Penegasan bahwa seorang hamba tidak tunduk pada bisikan Iblis
• Pengingat bahwa musuh iman tidak pernah berhenti menggoda
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya dijadikannya thawaf di Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwah, dan lempar jumrah adalah untuk menegakkan dzikir kepada Allah.”
(HR. Abu Dawud)
•> Bukan Batu, Tapi Sumpah Setia
Batu yang dilempar bukan untuk setan secara fisik,
melainkan sumpah dalam hati:
• Aku melempar kesombongan
• Aku melempar hawa nafsu
• Aku melempar bisikan maksiat
• Aku melempar keraguan pada perintah Allah
Setiap takbir adalah janji:
“Aku memilih Allah, bukan setan.”
•> Pesan untuk Kita Hari Ini
Setan yang dilempari Ibrahim masih hidup hingga hari ini.
Ia datang bukan di Mina saja, tetapi:
• Saat kita hendak taat
• Saat kita ingin berhijrah
• Saat kita hampir sujud dengan ikhlas
Maka lempar jumrah sejati bukan hanya di Tanah Haram,
tetapi setiap hari—dengan iman, taubat, dan ketaatan.
---
Doa Renungan
“Ya Allah, sebagaimana Engkau meneguhkan Ibrahim, Ismail, dan Hajar,
teguhkanlah kami saat setan menggoda iman kami.”
Aamin' 🤲🤲


































