semenjak kepergian mamah, tiada tempatku mengadu 🥺
Semenjak kepergian seorang ibu, saya merasakan sebuah kehampaan yang sulit diungkapkan. Tiada lagi sosok yang menjadi pelipur duka, tempat untuk bercerita dan mengadu tentang segala permasalahan hidup. Dalam masa-masa seperti ini, saya belajar betapa pentingnya menemukan cara baru untuk mengatasi kesedihan. Derita dan rasa kehilangan memang datang tanpa henti. Ada kalanya kita merasa sangat sendiri, bahkan kata-kata pun sulit mengungkapkan rasa hati. Duhai sekali situasi ini, karena pada siapa lagi kita mengadu kalau bukan pada sosok yang telah tiada? Namun, dari pengalaman saya, ada beberapa cara yang bisa membantu mengurangi beban duka: Pertama, berbagi dengan sahabat atau keluarga yang bisa dipercaya. Meski tidak sama rasanya dengan kehadiran mamah, mendengar dan berbicara dari hati ke hati dapat memberikan sedikit kelegaan. Kedua, menulis jurnal atau curahan hati juga sangat membantu. Melalui tulisan, saya bisa meluapkan emosi, menata perasaan, dan bahkan merenungkan kenangan indah bersama mamah. Ketiga, mengambil waktu untuk diri sendiri dan melakukan kegiatan yang menenangkan, seperti berjalan di taman atau beribadah, mampu memberikan ketenangan bathin. Mengalami kehilangan memang ujian berat dalam hidup. Namun, penting untuk diingat bahwa meski mamah telah pergi, kenangan dan cintanya akan selalu menjadi tempat kita mengadu dalam hati. Saya percaya, dengan waktu dan dukungan, kita bisa belajar untuk menerima dan menemukan kekuatan baru dalam menjalani kehidupan.















