Review buku: Akhir Sang Gajah di Bukit Kupi-Kupu✨

Kata-kata disetiap buku ini cantik seperti covernya. Setiap ceritanya punya makna yang sangat dalam, yang bikin aku ‘terkesima’.

Semua cerita disini mengangkat isu kemanusiaan, yang bikin kalian mempertanyakan kembali makna menjadi manusia.

Judul buku: Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-kupu

Rate: ⭐️5/5

Penulis: Sasti Gotama

#booktok #bookstagram #booklover #bookrecommendations #bookreview

2025/10/11 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPertama kali dengar judul "Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-Kupu", aku langsung merasa ini bakal jadi bacaan yang nggak biasa. Setelah selesai, ternyata beneran seunik itu. Buat kamu yang lagi kepo soal buku ini atau nama Sasti Gotama yang makin sering seliweran, aku coba ceritain pengalamanku baca buku ini sedikit lebih detail. Yang paling kerasa adalah cara penulis menggabungkan kisah personal dengan isu kemanusiaan. Bukan cuma sekadar sedih-sedihan, tapi bikin kita mikir: selama ini kita udah cukup peka belum sama orang-orang di sekitar? Banyak momen yang bikin aku berhenti sejenak, cuma buat merenung soal empati, luka masa lalu, sampai posisi kita sebagai manusia di tengah dunia yang makin aneh ini. Buat kamu yang nyari info soal "anomali kepala gajah tahun 1981" atau hal-hal anomali yang kesannya misterius, jangan kaget kalau di buku ini kamu nggak bakal nemu penjelasan ilmiah atau fakta sejarah. Di sini, hal-hal yang terasa "aneh" justru hadir dalam bentuk emosi dan pengalaman manusia yang nggak selalu masuk akal, tapi dekat banget sama realitas. Rasanya kayak baca catatan kreatif tentang manusia dengan segala keanehan dan kerumitannya. Gaya tulisannya juga menarik. Kata-katanya indah tapi masih enak diikuti, nggak berbunga-bunga yang berlebihan. Beberapa bagian berasa seperti membaca catatan kreatif dalam buku jurnal pribadi, intim dan jujur. Mungkin itu juga alasan kenapa aku bisa terhubung dengan karakter-karakternya, meskipun mereka fiktif. Kita jadi diajak pelan-pelan mengupas luka, harapan, dan pilihan-pilihan sulit yang mereka hadapi. Kalau kamu lagi cari rekomendasi buku lokal yang beda dari kebanyakan, nama Sasti Gotama dan bukunya ini patut banget kamu catat. Apalagi kalau kamu suka buku-buku terbitan penerbit yang sering mengangkat tema-tema manusiawi dan reflektif seperti Mizan dan sejenisnya. Menurutku, buku ini cocok dibaca pelan-pelan, dinikmati per bab, karena banyak kalimat yang sayang kalau cuma dilewatin begitu aja. Setelah menutup halaman terakhir, perasaan yang tertinggal itu campur aduk: hangat, sedih, tapi juga lega. Kayak habis diajak ngobrol panjang soal hidup sama seseorang yang mengerti cara kerja dunia, tapi tetap mengakui kalau banyak hal yang akan selalu jadi tanda tanya. Buatku, itu yang bikin "Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-Kupu" terasa spesial dan layak banget buat masuk ke daftar baca kamu selanjutnya.