Tekhnik ngebolongin mulsa ala teh ranie

Teh ranie ngebolongin mulsa pake cangkir stainles yang d potong sama gurinda lalu pake kayu untuk pegangan nya

di asah nya biar tajam pas d puterin ke mulsanya pake

batu asahanya..

caranya

1.tinggal di puterin lalu d tekan sedikit ..

2.atur jarak antara bolongan yang satu dan yg lain nya.

#KeseharianKu

#lemon8challenge

#tehranie19

#tipsberkebun

#petanimuda

Kabupaten Tasikmalaya
2025/10/5 Diedit ke

... Baca selengkapnyaWaktu awal belajar pakai plastik mulsa, aku juga bingung soal alat untuk melubangi plastik. Di toko memang ada bor mulsa khusus, tapi harganya lumayan dan kadang kurang fleksibel buat kebun rumahan. Makanya aku coba bikin sendiri alat melubangi plastik dengan barang seadanya. Cangkir stainles yang dipotong ini ternyata cukup kuat dan tajam kalau diasah pakai batu asah. Kuncinya, jangan buru-buru, ha sabar bukan power. Aku biasanya bentuk bagian bawah cangkir jadi lingkaran agak runcing, lalu bagian atasnya dikasih pegangan kayu biar tangan nggak panas dan tetap nyaman saat diputer di atas plastik mulsa. Cara pakainya: plastik mulsa sudah dipasang dan ditarik rapat dulu, baru alat ditempel di permukaan plastik. Aku puter pelan sambil ditekan sedikit. Kalau sudah terasa nembus, baru diputer satu atau dua kali lagi supaya lubang rapi. Jarak antar lubang aku atur pakai patokan kaki atau papan kecil, jadi jarak tanam lebih konsisten. Sebelum ketemu cara ini, aku sempat pakai pisau dan solder, tapi hasilnya kurang rapi dan plastik gampang robek. Dengan alat melubangi plastik dari cangkir stainles ini, tepi lubang jadi lebih halus, akar tanaman bisa tumbuh di titik yang sama, dan gulma tetap tertahan oleh mulsa. Aku tak tahu ini cara paling bagus atau bukan, tapi tok abah kata orang, power selalu sabar, jadi aku coba telaten dan hasilnya lumayan. Kalau kamu mau coba, pastikan alatnya diasah rutin. Begitu terasa seret saat diputer di plastik, langsung diasah lagi biar tajam. Jangan lupa juga sesuaikan ukuran lingkaran lubang dengan jenis tanaman, misalnya cabai, tomat, atau terong biasanya butuh lubang agak besar, sedangkan daun bawang dan sawi cukup lubang kecil saja. Dengan alat sederhana seperti ini, kerja di kebun jadi lebih ringan dan biaya bisa ditekan tanpa mengorbankan kerapian mulsa.