Momen Hari Raya Idul Adha di plosok Jember
Mengalami langsung momen Idul Adha di pelosok Jember benar-benar memberikan kesan mendalam. Dari pengamatan saya, meskipun akses jalan dan fasilitas di daerah pegunungan tersebut cukup menantang, semangat dan kebahagiaan warga dalam melaksanakan ibadah qurban tetap tinggi dan menyentuh hati. Pengorbanan para warga untuk membawa hewan qurban hingga ke daerah yang sulit dijangkau menunjukkan betapa kuatnya rasa solidaritas dan nilai persaudaraan di komunitas tersebut. Proses pemotongan dan penyaluran daging qurban yang dilakukan bersama Lembaga Amil Zakat seperti BMH tidak hanya memberikan manfaat materi, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan. Saya melihat betapa tawa anak-anak yang menerima pembagian daging qurban menjadi simbol harapan dan kebahagiaan sederhana yang amat berarti. Sementara haru orang tua yang menyaksikan anak-anaknya bisa merayakan Idul Adha dengan suka cita mengingatkan kita bahwa qurban bukan hanya soal daging, tetapi tentang keberkahan dan kepedulian antar sesama. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa qurban di pelosok tidak sekadar tradisi, tapi menjadi momen penting untuk menebar manfaat dan memperkuat persaudaraan hingga ke pelosok negeri. Hal ini juga memotivasi kita yang tinggal di kota untuk lebih peduli dan menguatkan tali solidaritas sosial, terutama dalam momen-momen keagamaan yang penuh makna ini. Selaras dengan pesan yang dibawa oleh aktivitas qurban di desa Mulyorejo, Idul Adha menjadi pengingat bahwa berkah adalah ketika kita bisa berbagi dan hadir secara nyata untuk mereka yang membutuhkan, meski tinggal di tempat yang jauh dan sederhana.










































