Sate Meranggi Oma Ana Ngemplak Tulungagung
Sate Meranggi "Oma Ana"
Ngemplak
Tulungagung - JATIM
Sate maranggi berasal dari Purwakarta, Jawa Barat. Kuliner khas Sunda ini populer karena daging sapi atau domba dimarinasi dengan bumbu rempah kuat (ketumbar, jahe, kunyit, lengkuas) sebelum dibakar, sehingga tidak memerlukan bumbu kacang saat disajikan. Sate ini sering disajikan dengan sambal tomat atau sambal oncom.
Berikut detail asal-usul sate maranggi:
Asal Wilayah: Pertama kali dibuat di daerah Plered, Purwakarta.
Sejarah Nama: Berasal dari nama penjual sate legendaris, Mak Anggi, yang berjualan di sekitar tahun 1960-an di daerah Cianting, lalu populer di Plered oleh Mang Udeng.
Makna "Maranggi": Ada juga yang menyebut kata "maranggi" berasal dari bahasa Sunda yang berarti tukang bikin sarung keris.
Varian: Selain di Purwakarta, sate maranggi kini juga populer di da/Pasar Ngemplak Tulungagung erah sekitarnya seperti Cianjur.
Dan Sekarang Ada Di Tulungagung Geng
📌 Lokasi Di Sebelah Lodo Pak Yusuf Ngemplak
💰 Harga Ramah Dikantong Geng Start 20 K dengan irisan daging gede2 🔥🔥
Cuss Ajak Bestie kalian, mumpung masih baru aja Grand Opening baru kurleb 4 harian cah.
#temanrasa #tulungagunghitss #tulungagungtiktok #tulungagung24jam #tulungagung
Sebagai penggemar kuliner sate, saya sangat bersemangat ketika mengetahui adanya Sate Meranggi Oma Ana yang baru buka di Ngemplak, Tulungagung. Pengalaman pertama saya mencoba sate ini membawa sensasi berbeda dibandingkan sate pada umumnya. Daging sapi yang digunakan secara jelas dipotong dengan ukuran besar sehingga terasa sangat memuaskan saat digigit. Bumbu rempah seperti ketumbar, jahe, kunyit, dan lengkuas meresap sempurna ke dalam daging, menghasilkan aroma dan rasa yang autentik serta menggugah selera. Keunikan lain dari sate maranggi ini adalah tidak mengandalkan bumbu kacang, melainkan sambal tomat dan sambal oncom yang kaya rasa, memberikan sentuhan segar dan sedikit pedas yang memperkaya cita rasa daging bakar. Lokasinya yang berada di sebelah Lodo Pak Yusuf di Ngemplak sangat mudah diakses, membuat saya tak kesulitan mengajak teman-teman untuk mencicipi kuliner baru ini. Selain itu, harga yang ditawarkan sangat ramah di kantong, mulai dari 20 ribu rupiah untuk irisan daging yang cukup besar menjadi nilai tambah yang tidak bisa dilewatkan. Pelayanan di tempat ini juga ramah dan cepat, sehingga pengalaman makan di sini terasa menyenangkan. Bagi yang hendak menjelajah kuliner khas Sunda namun berada di Jawa Timur, khususnya Tulungagung, Sate Meranggi Oma Ana bisa jadi pilihan tepat. Saya merekomendasikan teman-teman untuk menyempatkan diri datang ke sini, terutama saat grand opening baru berlangsung sekitar empat hari, kesempatan untuk mencoba kuliner ini dengan sensasi baru masih sangat segar dan asli. Secara keseluruhan, Sate Meranggi Oma Ana di Ngemplak menawarkan perpaduan rasa dan kualitas daging yang memuaskan, suasana yang nyaman, serta harga yang bersahabat. Ini menjadi bukti bahwa kuliner khas dari daerah lain, seperti Purwakarta, bisa dinikmati lezat dan autentik di Tulungagung. Jangan lupa ajak bestie kalian untuk merasakan pengalaman kuliner baru yang menggoda ini!











































