Pasar Apung Musium Angkut Batu Malang
Pasar Apung
Musium Angkut
Batu - JATIM
Pasar Apung Nusantara merupakan area wisata kuliner dan oleh-oleh yang terletak di kawasan Museum Angkut, Kota Batu. Tempat ini menawarkan pengalaman unik berupa pasar tradisional di atas air dengan kanal-kanal buatan yang bisa dijelajahi menggunakan perahu.
Informasi Penting Pengunjung
Harga Tiket: Masuk ke area Pasar Apung gratis (hanya membayar biaya parkir). Namun, jika Anda ingin masuk ke area koleksi kendaraan utama Museum Angkut, tiketnya sekitar Rp100.000 - Rp110.000.
Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 20.00 WIB.
Lokasi: Berada tepat di sebelah pintu masuk Museum Angkut, Jl. Terusan Sultan Agung No. 2, Ngaglik, Kota Batu.
Aktivitas dan Fasilitas
Pasar ini dibagi menjadi zona-zona bertema negara, seperti area Indonesia, Jepang, Korea, Cina, Thailand, dan Timur Tengah.
Wisata Kuliner: Menyediakan jajanan lokal seperti bakso bakar, tahu walik, dan es dawet, hingga makanan internasional seperti okonomiyaki, ramen, dan tteokbokki.
Keliling Perahu: Pengunjung dapat menyewa perahu/kano untuk berkeliling kanal dengan biaya sekitar Rp20.000 per orang.
Spot Foto: Banyak area estetik dan selfieable dengan latar bangunan bergaya tradisional dari berbagai negara.
Belanja Oleh-oleh: Tersedia berbagai suvenir, pakaian, dan camilan khas Malang/Batu.
Pertunjukan: Terkadang terdapat live music atau pertunjukan tarian tradisional di sore menjelang malam hari.
#temanrasa #batumalangjatim #batujatim #malanghits #malang24jam
Mengunjungi Pasar Apung di Museum Angkut Batu benar-benar memberikan pengalaman yang berbeda dari pasar tradisional umumnya. Saya pribadi sangat menikmati sensasi berkeliling dengan perahu menyusuri kanal-kanal buatan diatas air sambil mencicipi berbagai makanan khas yang disediakan di tiap zona bertemakan negara, mulai dari Indonesia, Jepang, Korea, hingga Timur Tengah. Suasana pasar yang ramai namun teratur membuat saya merasa seperti sedang melakukan perjalanan kuliner lintas benua, tanpa harus meninggalkan Kota Batu. Area makanan Indonesia dengan jajanan seperti bakso bakar, tahu walik, dan es dawet menjadi favorit bagi saya dan teman-teman. Sementara teman saya yang menyukai makanan Jepang sangat antusias mencoba okonomiyaki dan ramen yang dijual di zona Jepang. Selain kuliner, saya juga tak melewatkan kesempatan untuk berfoto di spot-spot selfie yang sangat instagramable dengan latar bangunan tradisional bergaya negara-negara yang berbeda. Tempat ini sangat cocok untuk pengunjung yang ingin mengabadikan momen unik selama wisata. Untuk berkeliling kanal menggunakan perahu, biayanya terjangkau sekitar Rp20.000 per orang. Ini jadi aktivitas yang menyenangkan dan memberi perspektif berbeda tentang pasar apung ini. Saya juga menyempatkan membeli oleh-oleh khas Malang dan Batu berupa camilan dan suvenir yang dijajakan di pasar ini. Pilihan oleh-olehnya variatif dan cocok untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Adanya pertunjukan live music dan tari tradisional di sore menjelang malam juga membuat pengalaman saya semakin lengkap dan menghibur. Bagi Anda yang ingin berkunjung, akses lokasi sangat mudah karena Pasar Apung ini berada tepat di sebelah pintu masuk Museum Angkut di Jl. Terusan Sultan Agung No. 2, Ngaglik, Kota Batu, Jawa Timur. Harga tiket masuk ke pasar apung sendiri gratis, sehingga hanya perlu membayar biaya parkir saja. Jam operasionalnya juga sangat pas untuk santai sore hingga malam, dari jam 12 siang sampai jam 8 malam. Secara keseluruhan, Pasar Apung Museum Angkut Batu merupakan destinasi wisata keluarga yang menyuguhkan perpaduan konsep pasar tradisional di atas air dengan keunikan budaya kuliner dari berbagai negara. Kunjungan saya ke tempat ini sangat berkesan dan saya rekomendasikan bagi yang ingin merasakan pengalaman wisata sekaligus kuliner menarik di Batu, Malang.











































