Pasar Ngasem Yogyakarta
Jalan Kraton
Yogyakarta - JATENG
Pasar Ngasem adalah salah satu pasar tradisional tertua di Yogyakarta yang kini bertransformasi menjadi surga wisata kuliner legendaris dan jajanan pasar otentik. Terletak di kawasan bersejarah Jeron Beteng (dekat Keraton dan Taman Sari), pasar ini menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati sarapan khas Jawa dengan nuansa klasik tempo dulu..
Berikut adalah informasi lengkap mengenai lokasi, jam operasional, sejarah, serta rekomendasi kuliner di Pasar Ngasem:
Lokasi & Jam Buka
Alamat: Jl. Polowijan No.11, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.
Jam Operasional: Secara umum buka setiap hari mulai pukul 05.00 – 16.00 WIB.
Waktu Terbaik: Sangat disarankan datang sepagi mungkin antara pukul 05.00 – 09.00 WIB (waktu emas sarapan) karena banyak jajanan viral yang sudah habis sebelum tengah hari.
Sejarah Singkat
Pasar Ngasem memiliki rekam jejak sejarah yang panjang dan unik bagi masyarakat Yogyakarta:
Abad ke-18: Awalnya berupa danau kecil yang sering digunakan oleh Sultan Hamengku Buwono II untuk bersantai. Setelah airnya surut, kawasan ini berkembang menjadi pasar.
Pasar Burung Terbesar (Era 1960-an - 2010): Selama puluhan tahun, Pasar Ngasem sangat terkenal sebagai pasar burung dan satwa terbesar di Jogja. Memelihara burung (kukila) merupakan salah satu simbol status sosial bagi pria Jawa tempo dulu.
Relokasi & Revitalisasi: Pada tahun 2010, seluruh pedagang satwa dipindahkan ke PASTY (Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta) di Jalan Bantul agar area cagar budaya Taman Sari tetap bersih. Sejak saat itu, Pasar Ngasem ditata ulang menjadi pusat kuliner tradisional dan ruang ekspresi budaya yang dilengkapi amfiteater terbuka.
Rekomendasi Kuliner Populer
Pasar Ngasem menawarkan beragam cita rasa makanan tradisional yang dimasak dengan cara autentik, seperti menggunakan tungku arang:
Apem Beras Bu Wanti: Kue apem legendaris yang lembut, dimasak dadakan di atas cetakan tanah liat dan bahan bakar arang.
Kue Cara Bikang & Serabi: Jajanan pasar manis dan gurih yang selalu memicu antrean panjang pengunjung di pagi hari.
Jenang Gempol & Jenang Lemu: Bubur sumsum manis khas Jawa dengan siraman santan serta gula merah encer yang hangat.
Sate Koyor & Sate Kere: Sate berbahan dasar otot sapi atau gajih dengan bumbu bumbu tradisional yang gurih.
Warung Makan Yu Ngademi / Yu Ira: Menyajikan nasi ramesan dengan sayur tradisional khas Jogja seperti lodeh, bobor kelor, mangut, hingga bubur krecek.
Jajanan Tradisional Lain: Kipo, jadah tempe, cerorot, wingko babat, serta minuman hangat seperti wedang ronde dan wedang uwuh.
#temanrasa #yogyakarta #yogyakartacity #yogyakartaistimewa #yogyakarta _tiktoker
Mengunjungi Pasar Ngasem di pagi hari adalah pengalaman yang sangat berkesan, terutama jika Anda seorang pecinta kuliner tradisional. Saya pribadi pernah merasakan suasana pasar yang sangat hidup saat jam buka pagi, ketika aroma kue apem beras yang dimasak langsung di atas cetakan tanah liat dengan tungku arang mulai memenuhi udara. Menikmati sarapan di sini seperti kembali ke era tempo dulu, lengkap dengan jajanan pasar yang dibuat secara otentik. Selain makanan, saya juga terkesan dengan bagaimana Pasar Ngasem menjaga tradisi dan sejarahnya. Dari danau kecil abad ke-18 yang berubah menjadi pasar burung terbesar, hingga revitalisasi menjadi pusat kuliner seperti sekarang, pasar ini menunjukkan bagaimana budaya dan ekonomi lokal bisa bersinergi. Di pasar ini, saya juga menikmati sate koyor dan sate kere yang memiliki rasa bumbu tradisional yang kaya dan unik, berbeda dari tempat lain. Satu hal yang sangat saya hargai adalah suasana pasar yang tidak hanya soal kuliner namun juga menjadi ruang ekspresi budaya dengan amfiteater terbuka untuk berbagai pertunjukan. Ini membuat kunjungan ke Pasar Ngasem tidak hanya memanjakan lidah tapi juga pikiran. Bagi Anda yang ingin merasakan keaslian kuliner Jawa, datanglah pagi-pagi sekali agar bisa mencicipi jajanan viral yang seringkali cepat habis, terutama serabi dan kue cara bikang. Jangan lupa juga mencicipi wedang uwuh yang hangat sebagai pelengkap sarapan. Pasar Ngasem memang surga bagi pencinta kuliner tradisional dan wisata budaya di Yogyakarta.



















































