AYAT OF THE DAY : AL BAQARAH 255

2025/12/1 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku pribadi termasuk yang dulu hanya menghafal Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255), tapi belum benar-benar paham maknanya. Setelah pelan-pelan belajar arti per ayat, ternyata pengaruhnya besar banget ke rasa tenang dan tawakal. Ayat ini dimulai dengan penegasan tauhid: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya).” Bagian ini saja sudah cukup jadi pengingat kalau hidup kita sebenarnya ada dalam pengurusan Allah setiap detik. Saat lagi banyak masalah, aku suka ulang-ulang bagian ini sambil tarik napas pelan. Di ayat ini juga disebut “لا تأخذه سنة ولا نوم” – Allah tidak mengantuk dan tidak tidur. Buatku, ini jadi penguat ketika merasa sendirian. Waktu orang lain tertidur dan kita bergadang karena overthinking, Allah tetap menjaga. Jadi daripada tenggelam di pikiran sendiri, aku coba ganti dengan membaca Ayat Kursi. Kata-kata “Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi” mengingatkan kalau semua yang kita kejar di dunia ini hanya titipan. Kadang kita terlalu takut kehilangan pekerjaan, pasangan, atau harta, padahal semuanya milik Allah. Saat baca bagian ini setelah shalat, aku merasa lebih mudah berkata dalam hati: kalau memang baik, Allah jaga; kalau diambil, pasti diganti dengan yang lebih baik menurut-Nya. Ayat Kursi juga menegaskan bahwa tidak ada yang bisa memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya. Ini bikin kita tidak berlebihan berharap pada makhluk. Usaha tetap jalan, tapi sandaran utama tetap kepada Allah. Lalu ada kalimat bahwa Allah mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang kita, sementara kita tidak mengetahui apa-apa dari ilmu-Nya kecuali yang Dia kehendaki. Di sini aku merasa benar-benar kecil. Rencana manusia bisa gagal kapan saja, tapi rencana Allah selalu sempurna meski kadang terasa berat. Bagian yang menyebut “Kursi Allah meliputi langit dan bumi” membuat kita sadar betapa agung dan besarnya Allah, sementara masalah kita sebenarnya sangat kecil dibanding luasnya ciptaan-Nya. Ditutup dengan “Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” Ini jadi penutup yang menenangkan: kalau langit dan bumi saja mudah bagi-Nya, apalagi sekadar urusan hidupku. Dalam keseharian, aku biasanya membaca Ayat Kursi: - Setelah setiap shalat fardhu, sebagai dzikir rutin. - Sebelum tidur, supaya hati lebih tenang. - Saat merasa takut, cemas, atau lagi banyak pikiran. Kalau kamu baru mulai, bisa pelan-pelan: baca sambil lihat teks terjemah, resapi setiap bagiannya. Jadikan Ayat Kursi bukan hanya hafalan, tapi doa dan pengingat bahwa kita selalu dalam penjagaan Allah yang tidak mengantuk dan tidak tidur. Semoga Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255) bukan hanya kita baca, tapi juga menguatkan iman dan menambah rasa tawakal di setiap fase hidup kita.