Greetings vs Opening
which one should be longer?? 👋
.
#speechtips #publicspeakingtips #pengembangandiri #thecommlabjkt
Kalau kamu juga lagi cari "apa arti greetings" dan "opening itu apa" dalam konteks public speaking, aku dulu juga sama bingungnya. Keliatannya sepele, tapi bedain dua istilah ini bikin pembukaan speech jauh lebih kuat. Secara simpel, **greetings** itu salam sapaan awal. Isinya biasanya: ucapan salam + panggilan audiens + kadang perkenalan singkat. Contoh: - "Good morning, ladies and gentlemen." - "Selamat pagi Bapak/Ibu, teman-teman sekalian." - "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Di titik ini kamu cuma menyapa dan mengakui kehadiran audiens. Itu saja. Banyak orang (termasuk aku dulu) salah kaprah: bagian greetings ini malah dibikin panjang banget, sampai masuk ke isi materi. Padahal di video tadi juga ditekankan: **greetings itu bukan opening**, jadi jangan semua hal kamu masukin ke salam pembuka. Nah, **opening** itu bagian pembukaan yang bikin audiens mulai tertarik sama isi speech kamu. Di sinilah kamu boleh lebih kreatif. Dari gambar tadi disebut beberapa contoh opening: - **Stories (cerita)**: misalnya cerita pengalaman pribadi yang relate sama topik. - **Quotes (kutipan)**: kutipan dari tokoh terkenal yang nyambung dengan pesan kamu. - **Questions (pertanyaan)**: bisa pertanyaan reflektif, kayak, "Pernah nggak kalian merasa...". - **Jokes (humor)**: boleh banget, tapi kayak di gambar: kalau nggak lucu, jatuhnya malah kering. Jadi harus kamu tes atau minimal sederhana aja. Bedanya gini: greetings itu cuma beberapa baris, singkat, sopan. Opening bisa sedikit lebih panjang dan tujuannya bikin audiens **ingat** kamu dan topikmu. Seperti di materi tadi: "you want your audience to remember your opening and not your greetings". Jadi jangan kebalik: salam kepanjangan, opening malah nggak kebangun. Tips praktis dari pengalamanku: 1. Tulis dulu greetings maksimal 1–2 kalimat saja. Misal: "Good morning everyone, my name is X and today I’d like to share…" 2. Setelah itu baru rancang opening yang mau kamu pakai. Pilih salah satu: mau **story, quote, question, atau joke**. Jangan semua dimasukin, nanti malah melebar. 3. Coba ucapkan keras-keras. Rasain flow-nya: apakah transisi dari greetings ke opening sudah enak didengar? 4. Rekam diri sendiri (boleh pakai HP), lalu tonton ulang. Tanya ke diri sendiri: kalau aku jadi audiens, apakah aku akan penasaran untuk dengar lebih jauh? Sekarang coba tulis versi kamu sendiri: satu contoh greetings singkat, lalu satu contoh opening (boleh pakai cerita atau pertanyaan). Di materi tadi juga diajak untuk share, jadi kamu bisa mulai latihan dari situ. Makin sering latihan bedain greetings dan opening, makin natural kamu ngomong di depan umum.






























