OOTD-ku yang diatas itu semua item hasil brand lokal yang harganya ramah di dompet, dan kebanyakan ootd aku juga beli di waktu diskon. Tapi tetap bisa kelihatan rapi, clean, dan percaya diri banget pas dipakai.
Kadang kita terlalu sibuk mikirin pendapat orang:
> โMurah, nanti dikira nggak mampu.โ
โBrand lokal, ntar dibilang KW.โ๐ญ
Padahal, yang penting kita nyaman, cocok, dan enjoy aja sama apa yang kita pakai ๐ ๐ป
๐ Kalo kalian tim yang penting branded, atau tim yang penting matching & nyaman?
๐๐ป Coba share pengalaman atau pendapat kalian juga yaa. Pernah nggak sih ngerasa insecure cuma karena harga outfit?
... Baca selengkapnyaSebagai wanita yang udah masuk kepala tiga atau empat, jujur aja standar kita ke pakaian biasanya agak berubah. Dulu waktu masih awal 20-an, aku jauh lebih gampang ikut-ikutan tren, asal lucu dan lagi hype. Tapi makin nambah umur, apalagi di sekitar 38 tahun, aku jadi lebih mikirin: nyaman nggak dipakai seharian? Bahannya bikin gerah atau nggak? Cuttingโnya sopan dan cocok buat ke kantor, kondangan, atau arisan keluarga?
Banyak yang mikir kalau sudah umur segini harusnya pakaian tuh serba mahal biar kelihatan โmampuโ atau โberkelasโ. Padahal, aku justru makin sadar kalau price tag itu bukan penentu elegan atau nggaknya sebuah outfit. Aku sering banget nemu blouse, outer, sampai dress dari brand lokal yang harganya di bawah 200 ribu, tapi begitu dipakai kelihatan rapi, clean, dan cocok banget buat look wanita dewasa.
Contohnya, buat outfit harian aku suka pakai pashmina polos, kemeja bergaris, dan overall atau dress warna putih/cream. Mirip banget kayak OOTD hemat di foto: pashmina, kemeja, dan overall putih yang kelihatan kalem tapi tetap estetik. Kuncinya di pemilihan warna netral (putih, beige, dusty pink, biru muda) dan potongan yang nggak terlalu ramai. Tanpa logo besar atau motif heboh pun, justru terlihat lebih dewasa dan berkelas.
Kalau kamu hijabers umur 30โ40-an, layering juga bisa jadi trik biar outfit murah tetap kelihatan mahal. Misalnya inner kaos lengan panjang, ditambah kemeja longgar, lalu dilapis lagi dengan vest atau overall. Model begini enak dipakai, nutup aurat dengan sopan, tapi tetap kekinian dan nggak bikin kamu kelihatan โtuaโ. Tinggal main di aksesori simpel seperti jam tangan, tas kecil, atau flat shoes warna netral.
Soal rasa insecure karena harga outfit, aku juga pernah kok. Apalagi kalau ketemu temen-temen yang pakai brand high-end. Tapi lama-lama aku sadar, nggak ada yang salah dengan jadi wanita umur 38 tahun yang bangga pakai brand lokal dan rajin hunting diskon. Yang penting bajunya bersih, disetrika rapi, potongannya pas di badan, dan kita jalannya percaya diri.
Kalau kamu sekarang lagi di fase mikir, โDuh, aku udah umur segini, pantas nggak sih pakai outfit murah?โ coba ubah sudut pandang. Fokus ke kualitas bahan, kenyamanan, dan gimana outfit itu bikin kamu merasa cantik dan nyaman sepanjang hari, bukan sekadar gengsi label. Percaya deh, orang lain lebih sering notice aura percaya diri kamu dibanding ngebaca label di baju.
Intinya, mau Gen Z atau wanita umur 38 tahun, fashion itu tetap soal taste, bukan soal mahal atau murahnya. Nikmati proses mix & match, eksplor brand lokal, dan temukan gaya yang paling โkamuโ banget.
โค๏ธ