Day 1 belajar ngonten
Meberanikan diri keluar dari zona aman (kaum scrol2) ikut mengekpresikan diri melalui aktifitas2 yg dilakukan selama dirumah tetapi kadang tak dianggap, tak terlihat dan tak berarti.
Pekerjaan ibu rumah tangga yg katanya hanya dirumah saja dan dipandang sebelah mata. Semangat buat kita semua para ibu-ibu🤗
Sebagai ibu rumah tangga, saya sangat memahami betapa sulitnya mengakui nilai pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari. Banyak yang menganggap kegiatan di rumah itu sepele, hanya rutinitas biasa yang tidak menghasilkan apa-apa selain penat dan lelah. Saya pun memutuskan untuk mulai belajar ngonten, dengan membuat daily vlog yang merekam aktivitas saya sebagai emak-emak dengan anak-anak yang masih kecil. Tujuan saya bukan hanya sekedar berbagi cerita, tapi juga memperlihatkan bahwa pekerjaan ibu rumah tangga sangat berharga dan penuh tantangan. Dalam proses membuat vlog, saya harus berani keluar dari zona nyaman, yang biasanya hanya scroll sosial media, menjadi aktif membuat dan mengedit konten yang informatif dan menghibur. Walaupun kadang merasa tak dihargai atau diabaikan, saya percaya konten ini bisa memberikan inspirasi dan semangat kepada ibu-ibu lain agar jangan ragu mengekspresikan diri mereka. Saya juga belajar bahwa konsistensi sangat penting dalam membuat konten. Dengan rutin menunjukkan aktivitas sehari-hari, saya mulai mengenal komunitas dan mendapatkan dukungan dari banyak ibu lain yang menjalani hal serupa. Tagar seperti #daily, #iburumahtangga, dan #mourningroutine menjadi simbol kebersamaan kami dalam berbagi cerita dan memperkuat solidaritas. Selain itu, dengan membuat daily vlog, saya jadi lebih menghargai waktu dan usaha yang saya curahkan dalam mengurus keluarga. Ini seperti catatan pribadi yang juga bisa menjadi kenangan berharga di masa depan, sekaligus pengingat bahwa peran sebagai ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang layak dibanggakan. Saya ingin mengajak para ibu di luar sana untuk turut berani mencoba membuat konten sesuai passion mereka, apalagi yang berkaitan dengan keseharian dan keluarga. Tidak perlu takut dinilai sepele, karena setiap cerita yang tulus dan realistis pasti punya nilai dan bisa menginspirasi banyak orang. Yuk, mulai dulu dan terus berkarya!