... Baca selengkapnyaKalau baru pertama kali coba bikin mendol tempe, kunci enaknya itu justru di cara mengolah tempe masem dan step merebusnya. Aku biasanya pakai tempe yang sudah agak masem/sengit karena rasanya jadi lebih kuat dan gurih. Potong tempe jadi ukuran kecil dulu supaya cepat matang, lalu rebus di air mendidih tanpa bumbu apa pun. Jangan terlalu lama, cukup sampai empuk dan bagian tengahnya nggak keras. Kalau kelamaan, tempe bisa terlalu lembek dan gampang hancur waktu diuleg.
Setelah direbus, angkat dan tiriskan sampai uap panasnya hilang. Kadang aku diamkan dulu di saringan biar airnya benar-benar turun. Tempe yang terlalu basah bikin adonan mendol jadi lembek dan perlu tambahan tepung lebih banyak. Kalau mau lebih wangi, boleh banget waktu merebus ditambah selembar daun salam dan sedikit garam, tapi ini opsional.
Untuk bumbu halusnya, aku suka uleg manual di cobek karena menurutku aromanya lebih keluar. Bawang merah, bawang putih, cabai keriting, kencur, ketumbar bubuk, dan daun jeruk diiris tipis dulu supaya gampang halus. Kencurnya jangan kebanyakan kalau belum terlalu suka aromanya, mending mulai sedikit dulu lalu koreksi rasa. Daun jeruk wajib buang tulang daunnya, lalu iris halus supaya nanti menyatu di adonan mendol.
Begitu bumbu sudah halus, baru masukkan tempe rebus. Uleg sampai hancur tapi jangan terlalu halus, aku suka teksturnya masih agak kasar jadi pas digigit masih kerasa tempenya. Setelah rata, baru masukkan garam, sedikit gula, dan penyedap secukupnya. Di tahap ini biasanya aku cicip sedikit adonan (sebelum ditambah tepung) buat cek rasa gurihnya.
Tepung terigu aku tambahkan sedikit-sedikit, biasanya sekitar 1–2 sdm munjung, tergantung seberapa basah adonannya. Fungsinya bukan buat bikin keras, tapi cuma mengikat supaya mendol nggak gampang hancur waktu digoreng. Kalau adonan sudah bisa dipulung dan nggak terlalu lengket di tangan, berarti sudah pas. Bentuknya bebas, mau oval pipih atau bulat gemuk, yang penting ukurannya seragam biar matangnya merata.
Saat menggoreng, aku selalu pakai minyak cukup banyak dan sudah benar-benar panas dulu. Api sedang saja supaya bagian luar bisa golden brown tanpa dalamnya cepat gosong. Jangan terlalu sering dibolak-balik, tunggu sisi bawahnya kering dulu baru dibalik. Warna keemasan itu tanda mendol sudah matang dan bumbunya wangi banget.
Mendol tempe ini enak banget disajikan hangat bersama sambal terasi dan sayur bening, seperti di piring favoritku. Kadang juga aku jadiin lauk nasi uduk atau nasi jagung. Kalau mau lebih sehat, bisa juga digoreng dengan sedikit minyak di teflon anti lengket, rasanya tetap oke asal adonannya padat.
Buat yang suka meal prep, adonan mendol bisa dibentuk lalu disimpan di kulkas dulu, digoreng menjelang makan. Menurutku malah lebih mantap karena bumbunya makin meresap. Jadi sekali rebus tempe, bisa stok buat beberapa kali makan tanpa perlu ribet tiap hari.