Ticco dan seekor tupai kecil
Dari kecil aku sering banget dengar cerita "pada zaman dahulu tupai" dari kakek. Versinya kakek tuh selalu dimulai dengan kalimat khas, lalu lanjut ke kisah seekor tupai lincah yang suka menyimpan makanan dan menolong hewan lain di hutan. Dulu aku cuma bisa membayangkan, tapi sekarang setelah sering eksplor bareng Ticco the Explorer, aku jadi kayak ngerasain sendiri dunia si tupai zaman dahulu. Suatu kali waktu lagi jalan pelan di area pepohonan, aku tiba-tiba lihat seekor tupai kecil melompat dari satu dahan ke dahan lain. Gerakannya cepat, tapi ekspresinya gemesin banget. Di momen itu aku langsung kebayang cerita kakek tupai pada zaman dahulu: gimana tupai diceritakan sebagai hewan yang cerdik, rajin, dan selalu waspada sama sekelilingnya. Ternyata, pas lihat langsung, memang tupai sekecil itu bisa begitu lincah dan pintar memilih tempat untuk bersembunyi. Aku juga jadi sadar, di balik cerita "pada zaman dahulu tupai" yang sering kita dengar waktu kecil, ada nilai soal menjaga alam dan menghargai hewan. Kakek dulu sering bilang, kalau tupai zaman dahulu bisa bertahan karena hutan masih terjaga dan makanan melimpah. Sekarang, waktu aku eksplor, aku lebih hati-hati: nggak buang sampah sembarangan, nggak mengganggu hewan, dan cuma mengamati dari jauh. Biar tupai kecil yang aku temui bisa terus hidup aman di habitatnya. Buat kamu yang juga suka cerita kakek tentang tupai pada zaman dahulu, coba sesekali perhatiin pepohonan di taman kota atau area hijau dekat rumah. Kadang, tanpa sadar, ada tupai kecil yang lagi sibuk cari makan atau lompat-lompat di dahan. Rasanya seru banget kalau bisa menghubungkan dongeng masa kecil dengan pengalaman nyata di dunia luar. Menurutku, jadi "explorer" itu nggak harus pergi jauh. Mulai aja dari hal sederhana: mengamati hewan lucu di sekitar, seperti tupai, burung, atau kucing kampung. Dari situ kita bisa bikin versi cerita sendiri, sama seperti aku yang sekarang punya kisah Ticco dan seekor tupai kecil. Mungkin dulu kita cuma mendengar kalimat pembuka "pada zaman dahulu tupai", tapi sekarang kita bisa lanjutkan ceritanya dengan petualangan nyata yang kita alami sendiri.




































