Allah has commanded us not to believe in any messenger unless...
Keluarga Imran (3:183)
ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ عَهِدَ إِلَيْنَآ أَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُولٍ حَتَّىٰ يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍۢ تَأْكُلُهُ ٱلنَّارُ ۗ قُلْ قَدْ جَآءَكُمْ رُسُلٌۭ مِّن قَبْلِى بِٱلْبَيِّنَـٰتِ وَبِٱلَّذِى قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوهُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ ١٨٣
Those ˹are the same people˺ who say, “Allah has commanded us not to believe in any messenger unless he brings us an offering to be consumed by fire ˹from the sky˺.” Say, ˹O Prophet,˺ “Other prophets did in fact come to you before me with clear proofs and ˹even˺ what you demanded—why then did you kill them, if what you say is true?”
— Dr. Mustafa Khattab, The Clear Quran
https://quran.com/ms/3/183
#quran.comAliImran183
Ayat 183 Surah Ali Imran membincangkan sikap masyarakat yang enggan mempercayai para nabi kecuali mereka menunjukkan mukjizat luar biasa seperti korban yang terbakar oleh api. Saya sendiri pernah membaca dan merenungi bagaimana Allah menguji umat terdahulu dengan tanda-tanda nyata, namun mereka seringkali tetap mendustakan para rasul-Nya. Dalam pengalaman saya mempelajari ayat ini, penting untuk memahami bahawa bukti rohani dan peringatan melalui rasul-rasul bukan semata-mata tentang keajaiban fizikal sahaja. Nabi-nabi disampaikan dengan hujah-hujah yang jelas, akhlak mulia, dan perubahan sosial yang membawa kebaikan kepada umat manusia. Walaupun demikian, seringkali manusia memilih mengabaikan, malah ada yang menyiksa para rasul mereka. Pernah juga saya mendalami tafsir Dr. Mustafa Khattab yang menekankan bahawa kepercayaan tidak seharusnya bersandarkan kepada tuntutan mukjizat semata. Sebaliknya, iman kita kepada utusan Allah haruslah berdasarkan petunjuk yang jelas dan kebenaran yang dibawa, supaya kita tidak tergolong dalam golongan yang menuntut sesuatu yang tidak pernah diberikan kepada nabi-nabi sebelumnya dan kemudian menganiaya mereka. Melalui refleksi saya ini, saya menjadi lebih sedar akan pentingnya menilai setiap dakwah dan risalah yang dibawa oleh para penyampai agama dengan hati yang terbuka dan akal yang waras. Allah juga mengingatkan agar kita belajar dari sejarah dan tidak mengulangi kesilapan orang-orang terdahulu yang menolak kebenaran dan menganiaya pembawa risalah. Kesimpulannya, Surah Ali Imran 3:183 sangat relevan untuk kita sebagai umat kini supaya jangan terperangkap dalam pandangan sempit yang hanya menilai rasul berdasarkan mukjizat semata, tetapi memahami hikmah dan bukti kebenaran yang lebih menyeluruh dalam dakwah mereka.






























