tidak ada yang abadi didunia ini,semuahanyatitipan

@

Kab. Bekasi
2025/12/21 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKalimat "tidak ada yg abadi di dunia ini" baru benar-benar kerasa artinya ketika aku mulai memperhatikan hal-hal kecil di sekitar. Suatu hari aku lihat seorang wanita berbusana merah muda dan rok batik berdiri di jalan beraspal, memegang tangan seorang gadis kecil berbaju ungu sambil menggendong bayi dalam gendongan berwarna-warni, dengan latar pepohonan hijau. Momen sederhana itu bikin aku mikir, bahkan kebersamaan seperti itu pun nggak akan berlangsung selamanya. Dulu aku sering nggak siap saat sesuatu berubah atau hilang. Teman pindah kota, hubungan selesai, orang tua makin menua, barang kesayangan rusak, semua rasanya berat. Tapi pelan-pelan aku belajar, kalau memang tidak ada yang abadi di dunia ini, berarti tugas kita bukan mempertahankan semuanya selamanya, tapi menghargai setiap titipan selama masih ada. Cara aku menghadapi perasaan ini: 1. **Belajar ikhlas sedikit-sedikit** – Ikhlas itu nggak instan. Kadang aku mulai dari hal kecil, kayak menerima kalau barang favorit rusak atau rencana batal. Dari situ, aku latihan buat hal yang lebih besar. 2. **Mengabadikan momen dengan cara sederhana** – Foto, tulisan di jurnal, atau sekadar menikmati suasana. Melihat ibu dan anak di jalan waktu itu, aku nggak sekadar lewat, tapi benar-benar menikmati pemandangan dan menyimpannya di ingatan. 3. **Menerima kalau orang dan keadaan bisa berubah** – Teman yang dulu dekat bisa saja menjauh, anak kecil yang digandeng ibunya suatu hari akan dewasa dan mungkin hidup terpisah. Kesadaran ini bikin aku lebih menghargai waktu bersama, bukannya terus khawatir kapan berakhir. 4. **Fokus ke syukur, bukan hanya kehilangan** – Saat sesuatu pergi, aku belajar untuk melihat apa yang masih aku punya. Misalnya, walau satu pintu tertutup, selalu ada hal lain yang ternyata belum aku syukuri. Menurutku, kalimat "semua hanya titipan" bukan berarti kita pasrah tanpa usaha, tapi kita sadar kalau ada batas waktu untuk setiap hal. Justru karena nggak abadi, kita diajak buat lebih sayang, lebih perhatian, dan nggak menunda untuk menunjukkan kasih sayang ke orang-orang yang masih ada di sisi kita. Kalau kamu lagi ada di fase merasa kehilangan atau takut perubahan, mungkin bisa coba melihat sekeliling dan sadar kalau semua orang juga sedang menjalani proses yang sama. Ada ibu yang sibuk menjaga anaknya, ada orang yang berjuang di pekerjaan, ada yang merawat orang tua. Kita semua sama-sama belajar menerima kalau tidak ada yg abadi di dunia ini, dan pelan-pelan belajar bahagia dengan cara kita masing-masing.

1 komentar