IRT: Kesalahan Receh Bikin Mertua Jauh 😢
Dulu aku bener-bener mikir… ini cuma hal kecil, nggak akan ngaruh apa-apa 😢
Sebagai IRT, fokusku cuma ke rumah, anak, dan rutinitas harian.
Sampai akhirnya aku ngerasa ada yang berubah… sikap mertua jadi lebih dingin, obrolan nggak sehangat dulu 🥺
Awalnya aku bingung, aku ngerasa nggak pernah berbuat salah.
Tapi setelah aku refleksi pelan-pelan, ternyata ada kesalahan receh yang aku lakuin tanpa sadar… dari cara ngomong, sikap, sampai hal kecil yang aku anggap biasa 😭
Dari situ aku mulai belajar…
Belajar lebih peka, lebih hati-hati dalam bersikap, dan nggak lagi menganggap remeh hal kecil 🤍✨
Perjalanannya sih nggak instan ya, kadang masih kepikiran juga… tapi aku percaya, selama kita mau berubah, hubungan juga bisa pelan-pelan membaik 🌷
Sekarang aku lagi di fase #MyJourney jadi IRT yang lebih mindful dan dewasa… bukan cuma urus rumah, tapi juga belajar menjaga perasaan orang sekitar 🥺
Kalau kalian di posisi aku, kamu bakal gimana?
Pernah ngalamin hal yang sama juga nggak?
Yuk cerita di kolom komentar 👇💬
Sebagai seorang istri rumah tangga (IRT), saya juga pernah mengalami momen saat hubungan dengan mertua terasa agak renggang tanpa alasan yang jelas. Awalnya saya merasa semua sudah berjalan baik, tapi dari pengalaman ini saya belajar bahwa perhatian pada hal-hal kecil sangat penting. Misalnya, tidak memulai obrolan terlebih dahulu saat bertemu mertua bisa memberikan kesan cuek, meskipun niatnya ingin menghargai ruang mereka. Kebiasaan menyibukkan diri dengan urusan anak dan rumah juga bisa membuat kita lupa untuk menyapa atau mengajak mereka berbincang santai. Bahkan penolakan halus yang terlalu sering, seperti menolak tawaran mertua, berpotensi dianggap sebagai sikap tidak menghargai. Dari pengalaman pribadi dan juga pengamatan, saya menyadari pentingnya memahami kebiasaan mertua, seperti cara memasak atau tata cara beres-beres yang mereka lakukan. Menyesuaikan diri dengan hal-hal tersebut bisa membantu meredakan ketegangan tanpa harus banyak kata. Proses memperbaiki hubungan ini memang tidak instan, butuh kesabaran dan kesadaran diri. Dengan mulai lebih peka dan mindful dalam interaksi sehari-hari, saya melihat hubungan dengan mertua perlahan menjadi lebih hangat dan menyenangkan. Hal ini juga membuat suasana rumah tangga jadi lebih harmonis. Bagi teman-teman yang mengalami situasi serupa, jangan ragu untuk mulai refleksi diri dan berubah dari hal kecil. Terkadang, perhatian sekecil apapun bisa membuat perbedaan besar pada hubungan keluarga. Yuk, saling berbagi pengalaman dan strategi agar hubungan dengan mertua tetap harmonis dan penuh kasih sayang.




aku klu ke rumah mertua, setelah siap² masak pagi, beresin anak makan, mandi, nyusuin anak, bersih² nyapu² kamar sm ruang tamu karena ruangan lain bakal dibersihin adik ipar (sebenarnya klu gak nyapu juga gpp😂) aku sering sih nyamperin mertua yg suka duduk di teras, ngobrol² ringan sambil ngeteh dan ngemil gtu sih biasanya klu di rumah mertua.. klu malam nonton TV bareng, klu anakku ngantuk aku masuk kamar dulu terus keluar lagi bentar, basa basi 😂 setengah jam masuk kamar lagi 😂😂 klu soal pemberian selalu ku terima walaupun belum tentu aku suka, tetap aku bawa pulang ke medan oleh-oleh dari mertua (mertuaku di kampung), pokoknya aku iya in aja apa² ttg mertua biar gak salah paham 😂