Hal Cantik Favorit Jin? IRT Waspada!
Hai Lemoners 🍋✨
Sebagai IRT, kadang aku juga suka banget bikin rumah terlihat cantik, wangi, estetik, dan nyaman 🏡🤍
Suka beli dekor lucu, pasang cermin besar, pakai parfum favorit, sampai pengen tampil menarik setiap hari 🥰
Tapi makin ke sini aku sadar… ternyata gak semua yang terlihat “cantik” itu selalu membawa ketenangan 😔
Ada beberapa hal yang menurut nasihat agama dan orang tua zaman dulu justru sebaiknya gak dilakukan berlebihan karena bisa mengundang energi negatif, bisikan setan, bahkan bikin hati jadi jauh dari rasa tenang 😨
tapi Bukan buat percaya hal mistis berlebihan ya Bun 🙏
Tapi lebih ke pengingat buat kita sebagai IRT agar tetap menjaga rumah, diri sendiri, dan keluarga dengan hal-hal yang baik 🤍
Kadang kita terlalu sibuk mempercantik luar sampai lupa menjaga isi hati 🥺
Kadang terlalu fokus mencari pujian manusia sampai lupa menjaga pandangan Allah 😭
Padahal rumah yang paling nyaman itu bukan yang paling mewah…
Tapi rumah yang isinya dzikir, sholat, suara anak-anak, dan hati yang tenang 🌸
Sekarang aku jadi lebih hati-hati soal:
✨ dekor rumah berlebihan
✨ kebiasaan pamer di sosial media
✨ memakai sesuatu hanya demi validasi orang
✨ hiburan yang bikin lalai ibadah
✨ suasana rumah yang jauh dari doa dan Al-Qur’an 😔
Karena ternyata ketenangan itu mahal banget ya Bun 🥺🤍
Sebagai IRT, aku cuma pengen rumah jadi tempat paling nyaman buat keluarga pulang 🏡
Bukan cuma cantik dilihat, tapi juga adem dirasakan ✨
Menurut kalian gimana nih? 👀
Pernah gak sih ngerasa suasana rumah jadi beda sejak mulai menjaga ibadah atau mengurangi hal-hal negatif? 😭
Atau ada nasihat orang tua yang sampai sekarang masih kalian pegang kuat? 😨👇
#MyJourney #LaranganAgama #CariDuit #TipsLemon8 #ngontenbareng
Sebagai seorang IRT, saya juga pernah merasakan bagaimana keinginan untuk membuat rumah tampak cantik dan nyaman terkadang membuat saya jadi kurang fokus pada hal-hal yang lebih esensial seperti ketenangan hati dan keberkahan keluarga. Dari pengalaman saya, dekorasi rumah memang penting, tapi ada beberapa hal yang perlu kita waspadai agar rumah tidak hanya cantik secara fisik, tapi juga nyaman dan penuh kedamaian. Misalnya, pajangan yang berlebihan terutama yang berupa gambar makhluk bernyawa seringkali membuat suasana menjadi "berat" dan kurang nyaman, bahkan dapat mengganggu kenyamanan ibadah di rumah. Saya belajar untuk mengurangi jumlah pajangan seperti itu dan menggantinya dengan benda yang lebih sederhana dan bermakna, seperti kaligrafi atau tanaman hidup yang segar. Kemudian soal parfum, saya dulu suka memilih parfum yang sangat menyengat agar orang lain terkesan saat datang ke rumah atau bertemu tetangga. Namun, saya mulai lebih hati-hati memilih parfum dengan aroma yang lembut dan niat yang ikhlas, tidak sekadar pamer wangi. Ternyata niat yang baik membantu menjaga aura positif dalam rumah. Cermin besar di kamar juga menjadi perhatian. Menurut pengalaman saya, cermin yang langsung menghadap tempat tidur memang bisa membuat rasa gelisah saat malam—kadang sulit tidur dan mudah terbangun. Akhirnya saya memposisikan cermin di tempat yang lebih strategis agar tidak langsung memantulkan tempat tidur. Selain itu, musik dan hiburan yang berlebihan bisa membuat kita lalai dari sholat dan kegiatan ibadah lain. Saya mulai membatasi waktu mendengarkan musik dan lebih memilih lagu-lagu religi yang menenangkan hati supaya suasana rumah tetap kondusif untuk ibadah dan istirahat. Yang tak kalah penting adalah kecenderungan untuk pamer di media sosial. Dulu saya sempat merasa harus selalu menunjukan kemewahan atau keindahan rumah agar mendapat pujian. Namun sekarang saya lebih fokus mengabadikan momen kebersamaan keluarga tanpa harus berlebihan, dan selalu menjaga niat agar konten yang dibagikan bermanfaat dan tidak menimbulkan kesombongan. Melalui perubahan-perubahan kecil ini, saya merasakan suasana rumah yang makin tenang dan penuh berkah. Rumah bukan sekadar tempat yang cantik dilihat, tapi juga menjadi tempat nyaman, penuh doa dan ketenangan hati. Semoga pengalaman ini bisa menjadi pengingat bagi ibu-ibu di luar sana bahwa menyelaraskan keindahan dan ketenangan rumah itu penting untuk kebahagiaan keluarga.








Na’udzu billah himindalik ya kak jangan sampai pada kita