Duhai air. Mengapa alur mu tak lagi bermuara ke laut. Apakah hubungan mu dengan lautan tidak memiliki rasa lagi, hingga gerak mu seakan menjadi penghancur, bukan lagi sebagai rahmat Tuhan.
Air adalah sumber kehidupan yang sangat penting bagi semua makhluk. Namun, ketika alur air tidak lagi bermuara ke laut, ini bisa menandakan adanya masalah serius dalam ekosistem kita. Alur air yang berubah arah atau terhalang dapat menyebabkan banjir, perubahan kualitas air, dan kerugian bagi keanekaragaman hayati. Fenomena ini seringkali terjadi karena aktivitas manusia seperti reklamasi, pembangunan yang tak terencana, dan pencemaran. Alur-alur sungai yang dulunya mengalir bebas ke laut kini bisa terhambat oleh bendungan, sedimentasi, atau limbah industri. Akibatnya, hubungan alami antara air dan laut menjadi terganggu, sehingga air tampak sebagai unsur yang menghancurkan daripada membawa rahmat. Penting untuk menyadari bahwa ekosistem air dan laut saling terkait erat. Jika alur air yang menghubungkan sungai ke laut terganggu, maka habitat ikan, burung, dan berbagai organisme air akan terdampak. Selain itu, laut yang menerima aliran air dari daratan akan mengalami perubahan keseimbangan garam dan nutrisi yang berdampak pada kehidupan bawah laut. Oleh karena itu, kita perlu berupaya melestarikan alur-alur air dengan menjaga kebersihan sungai, mengurangi polusi, dan merencanakan pembangunan berkelanjutan yang tidak merusak jalur alami air. Kesadaran ini adalah bagian dari tanggung jawab kita untuk menjaga rahmat Tuhan berupa air agar terus mengalir, memberi kehidupan, dan menjalin hubungan harmonis antara darat dan laut. Mari bersama-sama menjaga ikatan suci antara air dan laut agar alur mereka kembali mengalir dengan penuh kasih dan manfaat bagi bumi dan generasi mendatang.