10 Kota Paling Layak Huni di Dunia 2026, Ada Kota Favoritmu? 🌍✨
Kalau diberi kesempatan tinggal di luar negeri, kota mana yang bakal kamu pilih?
Economic Intelligence Unit (EIU) baru saja merilis Global Liveability Index 2026, yaitu daftar kota paling layak huni di dunia berdasarkan lima aspek utama: stabilitas, layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta budaya & lingkungan.
Tahun ini, Copenhagen, Denmark kembali menempati posisi pertama sebagai kota paling layak huni di dunia. Menariknya, Australia berhasil menempatkan tiga kota di jajaran 10 besar, sementara Jepang memiliki dua kota dalam daftar.
Tapi perlu diingat, liveability bukan berarti biaya hidupnya murah, ya! Indeks ini mengukur kualitas hidup dan kenyamanan tinggal, bukan cost of living.
Kalau kamu punya kesempatan pindah ke salah satu kota di daftar ini, kamu pilih yang mana? 👇
Menjelajahi daftar 10 kota paling layak huni di dunia memberikan gambaran menarik tentang bagaimana kualitas hidup dapat sangat bervariasi di berbagai belahan dunia. Berdasarkan Global Liveability Index 2026 yang dirilis oleh Economic Intelligence Unit (EIU), kota-kota teratas tidak hanya menawarkan infrastruktur yang baik dan layanan kesehatan berkualitas, tetapi juga lingkungan sosial dan budaya yang mendukung kenyamanan hidup. Pengalaman tinggal di kota-kota seperti Copenhagen, Denmark, yang memimpin daftar dengan skor tinggi, menunjukkan betapa pentingnya stabilitas dan lingkungan yang aman untuk menciptakan kehidupan berkualitas. Sebagai contoh, saya pernah melakukan perjalanan ke Sydney, Australia, salah satu kota dalam daftar ini, dan merasakan secara langsung bagaimana kota ini menggabungkan kemajuan kota modern dengan akses mudah ke layanan kesehatan dan pendidikan yang unggul. Menariknya, Australia menempatkan tiga kota dalam daftar 10 besar, menunjukkan konsistensi negara ini dalam menyediakan kualitas hidup yang tinggi bagi penduduk dan pengunjung. Jepang, dengan dua kota termasuk Osaka dan Tokyo, juga menonjol sebagai pusat budaya dan teknologi yang modern tetapi tetap menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan. Namun, penting untuk dicatat bahwa indeks liveability ini tidak mencerminkan biaya hidup. Kota-kota populer ini mungkin memiliki biaya hidup yang tinggi, yang menjadi pertimbangan penting bagi siapa pun yang merencanakan pindah atau tinggal jangka panjang. Oleh karena itu, memilih kota paling layak huni harus disesuaikan dengan kebutuhan pribadi dan juga kemampuan keuangan. Menilai langsung manfaat dari lingkungan seperti ini mengajarkan saya bahwa kualitas hidup yang baik melibatkan keseimbangan antara berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, kesehatan, kemudahan transportasi, serta keamanan dan kenyamanan sosial. Jadi, saat mempertimbangkan pindah ke luar negeri, selain memeriksa daftar indeks liveability, penting untuk melakukan riset tambahan tentang biaya hidup dan budaya lokal agar pilihan tempat tinggal menjadi tepat dan memuaskan.


































