Contoh script 30 detik
Hook (Problem + Personal):
“Cermin itu jahat. Pagi-pagi, dia suka kasih spoiler muka kusam duluan sebelum Aku sempet sarapan.”
Isi (Fitur → Cerita):
“Terus aku coba serum ini. Katanya ada niacinamide 10%. Kedengarannya keren, tapi jujur… aku bahkan nggak bisa eja niacinamide dengan benar tanpa Google.
Yang aku peduliin: besok paginya kulit nggak sekusam biasanya. Rasanya kayak punya filter bawaan di dunia nyata.”
Closing (Solution + CTA soft):
“Sekarang cermin nggak terlalu jahat lagi. Kalau kamu juga sering dapet spoiler muka kusam, mungkin serum ini bisa jadi ending yang lebih manis. Linknya ada di bio.”
Membuat script iklan berdurasi 30 detik memang membutuhkan keseimbangan antara menyampaikan pesan dengan cara yang ringkas dan menarik. Dari pengalamanku, struktur yang jelas seperti hook, problem, solution, dan call to action sangat membantu dalam membuat iklan yang menggugah. Hook berfungsi untuk menarik perhatian penonton sejak detik pertama. Misalnya, saat aku mendeskripsikan cermin sebagai 'jahat' yang memunculkan muka kusam di pagi hari, itu langsung membuat orang penasaran dan relate dengan masalah kulit yang kerap dialami. Selanjutnya, dengan mengemukakan problem secara personal, penonton merasa ada koneksi emosional. Aku juga menceritakan bagaimana sulitnya mengucapkan 'niacinamide' tanpa Google, memberi sentuhan humor sekaligus menunjukkan kejujuran yang membuat cerita terasa nyata. Bagian solusi harus jelas dan memberi harapan, seperti saat aku menjelaskan efek serum niacinamide yang membuat kulit terasa seperti memiliki filter alami. Ini memberikan nilai positif dan menjawab masalah yang dihadapi. Terakhir, call to action yang soft dan persuasif, seperti mengajak mencoba serum melalui link di bio, adalah teknik efektif untuk mengarahkan audiens tanpa terkesan memaksa. Jadi, untuk kamu yang ingin membuat script iklan singkat dan efektif, coba susun pesanmu dengan teknik ini dan sesuaikan cerita personal agar lebih menarik dan mudah diingat.
