kebiasaan kecil bikin punya penyakit mental
halohai lemovers Lemon8_ID 💞
pernah gak kamu lagi sedih banget sampai gak nafsu makan? terus kamu terbiasa dengan kebiasaan itu? lebih baik sebisa mungkin hindari yaa karena salah satu yang memicu penyakit mental. Udah stress trus makannya junkfood, emang sih junkfood itu enak tapi secara langsung bikin mood kamu tambah buruk soalnya gak ada kandungan gizinya.
belum lagi kalo harus ngerjain sesuatu karena badan lemes pengen banget minum kopi supaya semangat... Alhasil bener sih langsung semangat tapi setelahnya bikin tubuh kita nambah cemas, terutama kamu yang punya kecemasan ini bisa memperparah.
intinya semakin kita hidup sehat secara fisik, mental kita juga sehat dan sebaliknya, makanan yang kita makan, apa yang kita pikirkan, apa kebiasaan kita sangat berpengaruh ke kesehatan mental, kalo kamu udah mulai merasa ada yang salah dengan diri mental kamu coba aja kaji apakah ada point diatas yang masih kamu lakukan? kalo ada harus diubah pelan-pelan
#TipsLemon8 #TentangKehidupan #PerasaanKu #BahasMental #mentalhealthawareness
Banyak dari kita mungkin tidak menyadari bahwa kebiasaan-kebiasaan kecil sehari-hari ternyata bisa memengaruhi kesehatan mental secara signifikan. Salah satu yang sering disepelekan adalah konsumsi makanan tidak bergizi seperti junkfood — misalnya seblak, indomie, burger, pizza, dan bakso. Meskipun rasanya menggoda, kandungan gizinya yang minim dapat memicu gangguan mental seperti kecemasan dan depresi. Psikiater sering mengingatkan pentingnya pola makan sehat sebagai pencegahan masalah mental. Selain itu, kurangnya paparan sinar matahari juga menjadi penyebab kurangnya produksi vitamin D dalam tubuh. Vitamin ini berperan penting dalam mengurangi risiko depresi. Maka dari itu, penting untuk rutin berjemur minimal 10-15 menit setiap hari agar tubuh mendapatkan vitamin D yang cukup. Kebiasaan lain yang kerap dilakukan untuk mengatasi kelelahan saat bekerja adalah minum kopi. Memang, kafein memberi efek semangat sesaat, namun konsumsi kopi berlebihan dapat menimbulkan kecemasan dan memperburuk kondisi mental terutama bagi yang sudah memiliki gangguan kecemasan. Tidak kalah penting adalah pola tidur yang terganggu akibat sifat perfeksionis yang membuat seseorang terus memikirkan berbagai hal sehingga sulit tidur. Kurang tidur tidak hanya menurunkan mood, tetapi juga memperparah stres dan kecemasan. Selain itu, kurang berolahraga atau bahkan tidak mau keluar rumah sama sekali bisa menurunkan suasana hati secara drastis. Aktivitas fisik, seperti berjalan kaki selama 10 menit setiap hari, terbukti dapat meningkatkan mood dan mengurangi risiko depresi. Tidak kalah penting adalah kebiasaan menggunakan media sosial secara berlebihan. Refreshing dengan scrolling di media sosial memang terasa menyenangkan, namun jika dilakukan secara berlebihan dapat memperburuk mood dan menyebabkan stres. Memahami kebiasaan-kebiasaan ini adalah langkah awal yang baik untuk menjaga kesehatan mental. Cobalah untuk mengubah satu per satu kebiasaan buruk secara perlahan. Mulailah dengan mengurangi konsumsi junkfood, tambahkan waktu berjemur, kelola konsumsi kafein, perbaiki pola tidur, dan rajin bergerak. Jangan lupa juga untuk mengatur waktu penggunaan media sosial agar tidak berlebihan. Seiring waktu, perubahan kecil ini akan berdampak besar terhadap kesejahteraan mental. Yuk, mulai jaga kebiasaan demi kesehatan tubuh dan pikiran yang lebih baik!


