CETAPHIL GENTLE CLEANSER BUY OR BYE??

Suatu hari, kehabisan face wash ku yg udah aku stock 6 bulan dari Indonesia di India. Terus ingat face wash yg banyak orang cocok, review bagus, oke buat kulit sensitif, dan banyak direkomendasikan orang2 atau bahkan dermatologist.

Dengan rasa penasaran & harapanku yang besar ini, akhirnya aku coba beli cetaphil ini di India dengan harga sekitar Rp 77.000 yang ukuran 118ml (sama ga gaes dengan di Indonesia??).

Pas barang dateng, coba iseng nyium face washnya dan ternyata ga ada baunya. Pas coba malam harinya ternyata juga ga ada baunya, mild, dan ga ada busanya. Keesokan harinya, tumbuh jerawat baru kecil. Masih berbaik sangka, aku pakai terus sampai semingguan, meskipun terus mendapatkan jerawat baru kecil2 (sambil nunggu face wash ku dari Indonesia sampai di India).

Akhirnya aku stop & pakai face wash yg biasanya aku gunakan. Sedih sih padahal ini face wash ga neko2 & face wash sejuta umat juga. Awalnya, aku berharap besar dari face wash ini, namun ternyata kulitku malah ga cocok. Well benar ya, skincare itu cocok2an gaes. Tau cocok/ga nya, harus coba sendiri. Jangan kemakan skincare viral atau berdasarkan review positif terus beli & gonta-ganti. Kalau udah cocok, udah stop pakai yg cocok itu aja yaaa ☺️

Maaf ya Cetaphil, #ReviewJujur ku ke kamu di kulitku: BYE 🙏

Kalau kalian tim BUY or BYE ke Cetaphil gaes? Share yaaa!! Ada yg sama punya pengalaman kayak aku ga gaes?

#PengalamanKu #DiskusiYuk #Cetaphil #cetaphil gentle cleanser

Lemon8Cantik Lemon8IRT Lemon8_ID

4/28 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSetelah mencoba Cetaphil Gentle Cleanser selama seminggu, saya sadar bahwa produk yang terkenal sebagai face wash 'sejuta umat' ini ternyata tidak selalu cocok untuk semua orang, terutama yang berkulit acne-prone. Dari pengalaman saya, cleanser ini sangat lembut tanpa busa dan tidak beraroma, yang biasanya menjadi kelebihan bagi pemilik kulit sensitif. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, tekstur yang creamy dan terasa terlalu ringan sering meninggalkan residu di kulit. Ini bisa membuat wajah terasa seperti dilapisi oleh suatu lapisan yang menghambat pembersihan menyeluruh, terutama setelah seharian memakai sunscreen dan makeup. Bagi yang membutuhkan pembersih dengan daya angkat kotoran lebih maksimal, produk ini mungkin terasa kurang "bersih". Kedua, kandungan fatty alcohol seperti cetyl atau stearyl alcohol dalam formula memang bermanfaat sebagai emollient, tapi bisa menyebabkan pori-pori tersumbat apabila kulit kita cenderung berminyak atau mudah berjerawat. Ini juga didukung oleh munculnya jerawat kecil-kecil selama penggunaan, yang bukan tanda purging tapi kemungkinan reaksi clogging yang berarti produk kurang cocok. Ketiga, walaupun produk ini mendapat banyak review positif dan direkomendasikan oleh dermatologist, skincare memang cocok-cocokan. Jadi, jangan hanya tergiur karena hype atau viral. Cobalah untuk mengenali kebutuhan kulit sendiri dan perhatikan reaksi kulit saat menggunakan produk baru. Kalau sudah cocok, sebaiknya konsisten memakai produk tersebut daripada sering ganti-ganti face wash. Untuk yang sedang mencari face wash yang gentle tapi tetap mampu membersihkan debu dan minyak secara efektif, saya merekomendasikan mencoba cleanser berbusa ringan yang tidak meninggalkan residu, terutama jika kulit Anda acne-prone. Selalu baca ingredient list dan amati apakah ada bahan yang mungkin berisiko menyumbat pori atau menyebabkan iritasi. Sebagai kesimpulan, Cetaphil Gentle Cleanser memang memiliki keunggulan untuk kulit sensitif yang membutuhkan produk mild dan tidak mengiritasi. Namun, bagi yang memiliki kulit kombinasi atau berjerawat, perlu ekstra berhati-hati dan sebaiknya coba dulu dalam jumlah kecil. Pengalaman saya menjadi pembelajaran bahwa skincare adalah perjalanan personal yang perlu trial and error. Jadi, jangan menyerah saat satu produk tidak cocok, tapi teruslah eksplorasi hingga menemukan yang terbaik untuk kulitmu.