Lokasi Salah Satu Sekolah Dasar di Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan
Pengalaman ini menggambarkan tantangan yang sering dihadapi oleh guru honorer di sekolah dasar, khususnya di daerah seperti Jeneponto. Banyak guru honorer yang telah mengabdikan dirinya bertahun-tahun tetapi menghadapi ketidakpastian pekerjaan yang diakibatkan oleh kebijakan pengangkatan P3K. Kasus di mana seorang guru honorer kehilangan kelasnya yang sudah lama dia pegang karena digantikan oleh P3K paruh waktu, apalagi jika ada indikasi hubungan keluarga dengan kepala sekolah, tentu menimbulkan perasaan ketidakadilan. Dari pengalaman pribadi dan cerita sesama guru, situasi seperti ini tidak hanya menyebabkan masalah finansial dan profesional, tetapi juga berdampak pada motivasi dan semangat mengajar. Banyak guru honorer merasa posisinya tidak aman dan khawatir kehilangan penghasilan mereka tanpa adanya perlindungan yang jelas. Ketegangan ini semakin memburuk jika proses pengambilan keputusan tidak transparan dan diduga disertai nepotisme. Sebagai tambahan, kejadian ini mengundang perhatian publik dan meminta adanya evaluasi dari pemerintah daerah serta dinas pendidikan terkait pengangkatan P3K dan perlakuan terhadap guru honorer. Perlunya sistem yang adil, transparan, dan menghargai jasa guru yang telah berkontribusi lama sangat penting untuk memberikan rasa keadilan dan menjamin kualitas pendidikan di sekolah dasar. Cerita ini juga mengingatkan pentingnya dukungan komunitas dan penguatan posisi guru honorer melalui program pelatihan, peluang pengangkatan yang adil, serta perlindungan hukum agar hak-hak mereka tetap terlindungi. Semoga pengalaman ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan kondusif bagi para pendidik di wilayah Jeneponto dan sekitarnya.

kepsek model apa ini... kapan Indonesia bebas dari orang-orang yang modelan kayak gini.