Katanya Ustadz Riyadh dan Ali Musri Pendusta. Kita bantah disini!
𝕭𝖆𝖓𝖙𝖆𝖍𝖆𝖓 𝖎𝖑𝖒𝖎𝖆𝖍✍--> Orang yang berkomentar ini adalah 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗲𝗹𝗮 𝗛𝗮𝗺𝗮𝘀 𝗴𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗸𝗲𝗿𝗮𝘀 yang menggunakan taktik akademis (lewat video kedua yang dia bagikan) untuk menutupi 𝗸𝗲𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗳𝗮𝘁𝗮𝗹𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶 di komentar pertama.
Dia sangat membenci Ustadz Riyadh Bajrey dan Ustadz Ali Musri karena kedua ustadz tersebut sering membongkar realitas geopolitik Hamas, hubungan Hamas dengan Syiah Iran, serta penyimpangan tokoh-tokoh pergerakan Ikhwanul Muslimin (induk Hamas).
Kali ini kita preteli dan analisa komentar serta video kirimannya satu per satu lalu kita balas dengan telak dan ilmiah:
Namun sebelumnya admin mengajak pembaca yang budiman, setelah selesai membaca bantahan ini untuk kembali menyegarkan pemahaman kita tentang sesatnya Syi'ah ini dan bagaimana kaum Syi'ah melakukan penentangan kepada Allah dengan menyimak penjelasan di link video: https://youtu.be/6usHPTwZ5T8
➊ 𝗞𝗲𝗯𝗼𝗵𝗼𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗼𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗿 𝘁𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗺𝗮𝗹 𝗞𝗵𝗮𝘁𝗶𝗯
Di komentar pertama, dia menantang bukti bahwa Kamal Khatib adalah orang Hamas dan menyebut Ustaz Riyadh pendusta.
--- 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮 (𝗦𝗸𝗮𝗸𝗺𝗮𝘁 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗱𝗶𝗮): Kamal Khatib memang 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 faksi Hamas, melainkan Wakil Ketua 𝘏𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘐𝘴𝘭𝘢𝘮𝘪𝘺𝘺𝘢𝘩 (Gerakan Islam) di Palestina wilayah jajahan 1948 (Israel), yang dipimpin oleh Syaikh Raed Salah. Gerakan ini secara ideologis adalah 𝘀𝗮𝘂𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗸𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗛𝗮𝗺𝗮𝘀 karena sama-sama cabang dari 𝘐𝘬𝘩𝘸𝘢𝘯𝘶𝘭 𝘔𝘶𝘴𝘭𝘪𝘮𝘪𝘯.
--- 𝗣𝗼𝗶𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴𝗻𝘆𝗮: Terlepas dari dia Hamas atau bukan, 𝘀𝘂𝗯𝘀𝘁𝗮𝗻𝘀𝗶 𝘃𝗶𝗱𝗲𝗼 𝗨𝘀𝘁𝗮𝘇 𝗥𝗶𝘆𝗮𝗱𝗵 𝗶𝘁𝘂 100% 𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗯𝘂𝗸𝘁𝗶. Pernyataan Kamal Khatib justru menjadi bumerang. Di video itu, Ustadz membacakan pernyataan Kamal Khatib yang jelas-jelas menghasut umat Islam dengan menyamakan penjajahan Israel di Aqsa dengan pelayan dua kota suci (Saudi) di Makkah dan Madinah. Kamal Khatib menyerukan penggulingan pemerintah Saudi.
--- 𝗠𝗮𝗸𝗮 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗸𝗮𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻: "𝘍𝘰𝘬𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘭𝘢𝘣𝘦𝘭 𝘏𝘢𝘮𝘢𝘴-𝘯𝘺𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙨 𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙪𝙘𝙖𝙥𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙢𝙖𝙡 𝙆𝙝𝙖𝙩𝙞𝙗 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪. 𝘋𝘪𝘢 (𝘒𝘢𝘮𝘢𝘭 𝘒𝘩𝘢𝘵𝘪𝘣) 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘚𝘢𝘶𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘐𝘴𝘳𝘢𝘦𝘭 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘴𝘶𝘵 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘰𝘯𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘢𝘩 𝘴𝘶𝘤𝘪. 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘈𝘯𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨 𝘶𝘤𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘵𝘰𝘬𝘰𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵?"
➋ 𝗔𝗿𝗴𝘂𝗺𝗲𝗻 𝗚𝗲𝗼𝗽𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗛𝗮𝗺𝗮𝘀-𝗜𝗿𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 "𝗦𝗼𝗸 𝗧𝗮𝗵𝘂"
Dia mencoba membela Hamas dengan menceritakan keretakan Hamas-Iran tahun 2012 akibat isu Suriah, dan menyebut faksi Sabireen yang murni Syiah.
--- 𝗕𝗮𝗻𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮: Keretakan tahun 2012 itu sudah 𝗯𝗮𝘀𝗶. Hubungan Hamas dan Iran sudah mesra kembali sejak tahun 2017 di bawah kepemimpinan Ismail Haniyeh dan Yahya Sinwar.
--- 𝗕𝘂𝗸𝘁𝗶 𝗡𝘆𝗮𝘁𝗮: Tokoh-tokoh tertinggi Hamas (Ismail Haniyeh, Khalil al-Hayya, dll) berkali-kali datang ke Teheran, sujud syukur atas bantuan Iran, bahkan menghadiri pemakaman Jenderal Syiah: Qasem Soleimani (pembantai Muslim Sunni di Suriah) dan menyebutnya sebagai "𝘚𝘺𝘢𝘩𝘪𝘥 𝘈𝘭-𝘘𝘶𝘥𝘴". Hamas secara sukarela menjadi pion geopolitik Syiah Iran di Palestina. Jadi, narasi si pengomentar ini yang mencoba membersihkan Hamas dari Iran adalah pengabaian fakta sejarah modern.
➌ 𝗔𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗶𝘀 𝗩𝗶𝗱𝗲𝗼 𝗞𝗲𝗱𝘂𝗮 (𝗠𝗮𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗕𝘂𝘆 𝗮 𝗡𝗮𝘁𝘀𝗶𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗨𝘀𝘁𝗮𝘇 𝗔𝗹𝗶 𝗠𝘂𝘀𝗿𝗶)
Video kedua yang dia bagikan dibawakan oleh seseorang (kemungkinan kader Dewan Dakwah/Persis) yang mengkritik Ustadz Ali Musri terkait klaim ucapan Buya Natsir tentang Hamas.
Mari kita bedah secara adil dan ilmiah:
--- 𝗔𝗿𝗴𝘂𝗺𝗲𝗻 𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗺𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗩𝗶𝗱𝗲𝗼: Dia menduga Ustadz Ali Musri berdusta karena dari semua buku Buya Natsir tahun '70-an hingga '80-an (sebelum Hamas lahir tahun 1987), tidak ada bahasan tentang Hamas. Dan setelah tahun 1987 sampai beliau wafat (1993), murid-murid Buya Natsir yang dia tanyai tidak ingat Buya Natsir menjelek-jelekkan Hamas.
--- 𝗞𝗲𝗹𝗲𝗺𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗟𝗼𝗴𝗶𝗸𝗮 𝗩𝗶𝗱𝗲𝗼 𝗜𝗻𝗶:
⓵ Si pembuat video menggunakan logika 𝘈𝘥-𝘋𝘢𝘭𝘪𝘭 '𝘢𝘭𝘢 𝘢𝘭-𝘐𝘯𝘬𝘢𝘳 𝘭𝘢𝘪𝘴𝘢 𝘋𝘢𝘭𝘪𝘭𝘢𝘯 '𝘢𝘭𝘢 𝘢𝘭-`𝘈𝘥𝘢𝘮 (Tidak tahu/tidak menemukan bukti, bukan berarti hal itu tidak ada). Hanya karena dia sudah membaca buku-buku Natsir dan murid yang dia tanyai 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵, bukan berarti pertemuan fisik Ustadz Ali Musri dengan Buya Natsir di Padang itu fiktif.
⓶ Ustadz Ali Musri Semjan Putra adalah putra asli Minang (Padang). Buya Natsir juga tokoh besar dari Minang yang sering pulang kampung dan mengisi acara-acara kepemudaan (seperti PII). Sangat logis jika Ustadz Ali Musri saat muda menghadiri majelis beliau.
⓷ 𝗞𝗼𝗻𝘁𝗲𝗸𝘀 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵 1987-1993: Pada masa awal berdirinya Hamas, para ulama dunia (termasuk para tokoh yang paham konstelasi internasional) sudah mulai menganalisis harakah ini karena asasnya yang menggunakan pemikiran Ikhwanul Muslimin (sayap politis-revolusioner). Kritik terhadap metode pergerakan Hamas yang membahayakan nyawa warga Gaza tanpa persiapan militer yang setara (taktik 𝘬𝘢𝘮𝘪𝘬𝘢𝘻𝘦 politik) sudah dikritik oleh banyak ulama sejak dulu.
𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝘁𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻:
Komentar Anda panjang lebar, tapi sayangnya penuh emosi, cacian tidak beradab (memplesetkan nama ulama/ustadz), dan argumen yang justru menjadi bumerang bagi Anda sendiri.
Mengenai video Kamal Khatib yang Anda bagikan: Mau dia wakil Hamas atau Harakah Islamiyah, substansinya sama: Dia adalah tokoh pergerakan berpemikiran Ikhwanul Muslimin yang menyamakan Arab Saudi dengan penjajah Israel, serta memprovokasi umat untuk mengacaukan keamanan dua tanah suci (Makkah-Madinah). Video yang Anda kirim justru membuktikan kebenaran ucapan Ustaz Riyadh bahwa orang ini berbahaya dan memicu makar. Kenapa Anda justru membela tokoh pengasut seperti ini?
Hubungan Hamas dan Iran yang Anda sebut renggang di tahun 2012 itu narasi usang. Faktanya, setelah 2017 hubungan mereka mesra kembali. Tokoh-tokoh Hamas berkali-kali ke Teheran, memuji-muji dedikasi tokoh Syiah pencela Sahabat (seperti Qasem Soleimani) sebagai pahlawan. Menolak fakta ini adalah bentuk kenaifan geopolitik.
Mengenai video kritik ke Ustadz Ali Musri: Si pembuat video hanya bersandar pada klaim 'saya sudah baca buku Buya Natsir dan muridnya tidak ingat'. Itu bukan bukti ilmiah untuk menuduh orang lain pendusta. Ustadz Ali Musri adalah orang Padang, Buya Natsir tokoh Minang. Pertemuan di Padang dalam acara kepemudaan adalah hal yang sangat wajar terjadi secara historis. Mengkritik manhaj/metode pergerakan Hamas yang berideologi Ikhwanul Muslimin adalah hal yang biasa dilakukan oleh para ulama yang jeli melihat maslahat dan mafsadat bagi darah kaum muslimin di Palestina.
Kalau mau berdiskusi, gunakan data dan adab yang baik. Memplesetkan nama orang dengan kata-kata kotor seperti 'jamban' hanya menunjukkan bahwa Anda sedang kepanasan karena hujah kelompok Anda dipatahkan. Semoga Allah memberi Anda hidayah.
𝗞𝗲𝘀𝗶𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗜𝗸𝗵𝘄𝗮𝗵:
Orang ini adalah tipikal 𝗸𝗮𝗱𝗲𝗿 𝗵𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝗵 (𝗽𝗲𝗿𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻). Mereka sangat sensitif jika Hamas atau tokoh Ikhwanul Muslimin dikritik, dan mereka akan membela mati-matian, bahkan sampai harus menyerang pribadi dan memplesetkan nama para ustadz Sunnah. Tanggapi dengan tenang, patahkan argumennya dengan fakta di atas, dan biarkan penonton lain melihat betapa buruknya adab orang tersebut. Namun admin kembali menghimbau untuk menghindari debat kusir di kolom komentar.
🅿🅴🅽🅶🆄🅰🆃: Tambahan data spesifik, nama lembaga, dan kutipan langsung untuk membuat bantahan ini menjadi argumen akademis yang kokoh.
① 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗮 𝗧𝗮𝗺𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗺𝗮𝗹 𝗞𝗵𝗮𝘁𝗶𝗯 (𝗞𝗮𝗺𝗮𝗹 𝗔𝗹-𝗞𝗵𝗮𝘁𝗶𝗯)
Kita buat si pengomentar tersebut tidak bisa mengelak soal status Kamal Khatib, disini mari kita sebutkan data resminya secara detail:
--- 𝗝𝗮𝗯𝗮𝘁𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗔𝘀𝗹𝗶: Kamal Khatib adalah Wakil Ketua 𝗛𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺𝗶𝘆𝗮𝗵 (𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺) 𝗖𝗮𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗨𝘁𝗮𝗿𝗮 di wilayah Palestina 1948 (Israel dalam). Lembaga ini resmi dilarang oleh pemerintah Israel pada tahun 2015 karena aktivitasnya.
--- 𝗛𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗜𝗱𝗲𝗼𝗹𝗼𝗴𝗶𝘀 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗺𝗮𝘀: Harakah Islamiyah didirikan oleh Syaikh Abdullah Nimr Darwish pada tahun 1971. Organisasi ini secara terang-terangan mengadopsi ideologi 𝗜𝗸𝗵𝘄𝗮𝗻𝘂𝗹 𝗠𝘂𝘀𝗹𝗶𝗺𝗶𝗻 (𝗜𝗠). Karena Hamas juga merupakan cabang resmi Ikhwanul Muslimin di Gaza (sebagaimana tercantum dalam Piagam Pendirian Hamas 1988 Pasal 2), maka Kamal Khatib dan Hamas adalah 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗿𝗮𝗵𝗶𝗺 𝗶𝗱𝗲𝗼𝗹𝗼𝗴𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗴𝘂𝗿𝘂.
--- 𝗕𝘂𝗸𝘁𝗶 𝗞𝗲𝘀𝗲𝘀𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗶𝗸𝗶𝗿𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮: Dalam pernyataan Kamal Khatib di video Ustadz Riyadh yang dibagikan oleh si pengomentar itu sendiri, Kamal Khatib melakukan 𝘒𝘩𝘢𝘸𝘢𝘳𝘪𝘫𝘪𝘴𝘮𝘦 (pemikiran pemberontakan) dengan menyamakan Pemerintah Arab Saudi (Pelayan Dua Kota Suci) dengan Zionis Israel yang menjajah Masjidil Aqsa. Menyerukan kudeta dan kekacauan di Makkah dan Madinah adalah ciri utama pemikiran Takfiri/Khawarij yang merusak stabilitas umat Islam.
② 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗶𝗺𝗽𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗺𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗠𝗮𝗻𝗵𝗮𝗷 𝗔𝗵𝗹𝘂𝘀 𝗦𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 𝘄𝗮𝗹 𝗝𝗮𝗺𝗮'𝗮𝗵
Hamas bukanlah gerakan pembebasan murni berbasis akidah Ahlus Sunnah, melainkan gerakan politik praktis (Harakah Siyasah) yang menghalalkan segala cara demi kekuasaan. Berikut bukti penyimpangannya:
--- 𝗣𝗹𝘂𝗿𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗔𝗸𝗶𝗱𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗺𝗽𝗿𝗼𝗺𝗶 𝗱𝗲𝗺𝗶 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸: Pendiri Hamas, Syaikh Ahmed Yassin, dan tokoh-tokoh setelahnya menganut prinsip Ikhwanul Muslimin yang berbunyi: "𝘒𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘦𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘢𝘬𝘢𝘵𝘪, 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘦𝘭𝘪𝘴𝘪𝘩𝘬𝘢𝘯." Akibatnya, demi politik, Hamas merangkul kaum Syiah, Sufi ekstrem, bahkan kaum Kristiani sekuler di Palestina untuk bergabung, tanpa memperdulikan pemurnian akidah tauhid.
--- 𝗗𝗲𝗺𝗼𝗸𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗮𝗿𝗹𝗲𝗺𝗲𝗻𝘁𝗲𝗿: Ahlus Sunnah memandang hukum syariat sebagai pemutus tertinggi, bukan suara mayoritas. Namun, Hamas ikut serta dalam pemilu legislatif Palestina pada tahun 2006 dan masuk ke dalam sistem parlementer demokrasi—hal yang ditentang oleh mayoritas ulama salaf karena mengadopsi sistem buatan Barat.
--- 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗼𝗿𝗯𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗠𝘂𝘀𝗹𝗶𝗺𝗶𝗻 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗜'𝗱𝗮𝗱 (𝗣𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮𝗻) 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗦𝘆𝗮𝗿'𝗶: Dalam manhaj Salaf, jihad harus membawa maslahat dan di bawah panji yang jelas serta kemampuan yang terukur. Tindakan Hamas melakukan konfrontasi tanpa bisa melindungi warga sipil Gaza (yang akhirnya dibantai secara masif oleh Israel) dikritik oleh para ulama senior (seperti Syaikh Shalih al-Fauzan dan Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad) sebagai tindakan ceroboh yang menyelisihi kaidah fikih jihad.
③ 𝗕𝘂𝗸𝘁𝗶 𝗛𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗘𝗿𝗮𝘁 𝗛𝗮𝗺𝗮𝘀 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝘆𝗶𝗮𝗵 𝗜𝗿𝗮𝗻
Jika si pengomentar itu mengklaim hubungan Hamas-Iran sudah putus, maka kita sodorkan fakta-fakta sejarah kontemporer yang tak terbantahkan ini:
--- 𝗣𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 𝗜𝘀𝗺𝗮𝗶𝗹 𝗛𝗮𝗻𝗶𝘆𝗲𝗵 (𝗠𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗕𝗶𝗿𝗼 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗛𝗮𝗺𝗮𝘀): Saat pemakaman Jenderal Syiah Iran, Qasem Soleimani, pada tahun 2020 di Teheran, Ismail Haniyeh berdiri di podium dan berpidato di depan dunia:
"𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘱𝘢𝘯𝘨𝘭𝘪𝘮𝘢 𝘴𝘺𝘢𝘩𝘪𝘥 𝘚𝘰𝘭𝘦𝘪𝘮𝘢𝘯𝘪 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝙎𝙮𝙖𝙝𝙞𝙙 𝙖𝙡-𝙌𝙪𝙙𝙨 (𝙎𝙮𝙪𝙝𝙖𝙙𝙖 𝙔𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙡𝙚𝙢), 𝘥𝘪𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘚𝘺𝘢𝘩𝘪𝘥 𝘢𝘭-𝘘𝘶𝘥𝘴, 𝘥𝘪𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘚𝘺𝘢𝘩𝘪𝘥 𝘢𝘭-𝘘𝘶𝘥𝘴!"
Padahal, Qasem Soleimani adalah algojo Iran yang tangannya berlumuran darah jutaan Muslim Sunni di Suriah, Irak, dan Yaman. Bagaimana mungkin gerakan yang mengaku "Ahlus Sunnah" menyanjung pembantai Sunni sebagai syahid?
--- 𝗣𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗬𝗮𝗵𝘆𝗮 𝗦𝗶𝗻𝘄𝗮𝗿 (𝗧𝗼𝗸𝗼𝗵 𝗠𝗶𝗹𝗶𝘁𝗲𝗿 𝗛𝗮𝗺𝗮𝘀): Pada tahun 2017, Yahya Sinwar secara terbuka menyatakan dalam konferensi pers: "𝘏𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘐𝘳𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘰𝘯𝘥𝘪𝘴𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢. 𝘐𝘳𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘰𝘬𝘰𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘉𝘳𝘪𝘨𝘢𝘥𝘦 𝘈𝘭-𝘘𝘢𝘴𝘴𝘢𝘮 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘫𝘢𝘵𝘢."
--- 𝗦𝘂𝗮𝗿𝗮 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝗹 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮 𝗣𝗮𝗹𝗲𝘀𝘁𝗶𝗻𝗮: Syaikh Dr. Salih al-Raqab (Mantan Menteri Wakaf Hamas sendiri di Gaza) bahkan pernah menulis kitab peringatan berjudul "𝘈𝘭-𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢𝘺𝘺𝘶' 𝘧𝘪 𝘍𝘪𝘭𝘢𝘴𝘵𝘩𝘪𝘯" (Penyebaran Syiah di Palestina), mengecam bagaimana pengaruh dana Iran mulai merusak akidah pemuda-pemuda di Gaza menjadi Syiah.
Silakan bantah data-data resmi ini jika Anda mampu, tentunya dengan argumen ilmiah, bukan dengan memplesetkan nama para ustadz.


























