Menikah tanpa menghilangkan diri sendiri
Aku menikah.
Dan tanpa sadar, dunia mulai memberi batasan yang tidak pernah aku minta.
Banyak yang mengira, setelah status berubah,
mimpi harus dirapikan, suara harus dipelankan,
dan diri sendiri cukup disimpan saja.
Aku pernah mencoba menyesuaikan.
Mengalah agar disebut dewasa.
Diam agar disebut istri yang baik.
Sampai akhirnya aku sadar,
kehilangan diri sendiri bukanlah bentuk cinta.
Cinta yang sehat tidak membuat kita mengecil,
tidak meminta kita mematikan cahaya,
dan tidak menghapus siapa diri kita sebenarnya.
Maka aku memilih tetap berdiri.
Bukan untuk melawan,
tapi untuk menjaga diriku.
Menikah, tanpa kehilangan diriku.


































