Sapaan Sederhana itu yang paling dirindukan.
Pendengar setia radio namanya Oma Parera sudah setahun lebih beliau berpulang, tapi sapaannya seolah-olah masih terngiang2
Pengalaman saya pribadi telah menunjukkan betapa sapaan sederhana memiliki kekuatan luar biasa dalam membangun hubungan emosional yang mendalam. Seperti yang diceritakan tentang Oma Parera, sapaannya yang hangat di berbagai tempat seperti supermarket, pasar, dan mall mengingatkan saya akan pentingnya komunikasi interpersonal yang tulus. Saya pernah merasakan suasana sepi dan kehilangan ketika sosok yang biasa menyapa kita dengan kehangatan hati ternyata sudah tiada. Namun, kenangan akan sapaan itu tetap hidup dan menjadi pengingat bagi saya untuk selalu memperhatikan orang-orang di sekitar, terutama mereka yang sudah lanjut usia. Dengan hanya berkata, "Apa kabar? Sudah makan belum?" kita sudah menunjukkan kepedulian dan membuat perbedaan besar dalam kehidupan sehari-hari mereka. Lebih dari sekadar kata-kata, sapaan Oma yang sering disertai dengan perhatian melalui kue dan masakan menunjukkan bahwa tindakan kecil yang penuh perhatian dapat menghangatkan dan menguatkan ikatan sosial. Ini mengajarkan kita bahwa kepedulian bukan hanya soal materi, tapi juga soal kehadiran dan perhatian yang tulus. Mengingat momen ulang tahun terakhir Oma Parera yang kini menjadi kenangan penuh makna, saya semakin termotivasi untuk tidak menunda menunjukkan kasih sayang dan perhatian kepada orang di sekitar. Terutama di masa sekarang, di mana kesibukan sering membuat kita lupa akan nilai dari sapaan sederhana yang dapat membuat seseorang merasa dihargai dan dicintai. Dalam kehidupan sehari-hari, saya menyarankan untuk mulai membiasakan diri menyapa dan menanyakan kabar keluarga, tetangga, maupun teman yang sudah lanjut usia. Hal ini tidak hanya membangun rasa kebersamaan, tetapi juga bisa menjadi sumber kekuatan emosional bagi mereka yang sering merasa kesepian. Memperhatikan dan peduli dengan sapaan sederhana yang konsisten dapat menjadi warisan indah yang kita tinggalkan untuk generasi berikutnya. Sapaan itu adalah wujud nyata dari kasih sayang yang tidak lekang oleh waktu, persis seperti kenangan hangat Oma Parera yang terus hidup di hati banyak orang.

























































