"Rendahkan diri, Bukan Harga Dirimu"
Dalam keseharian saya, saya sering dihadapkan pada rasa ingin cepat berhasil atau segera mendapat pengakuan atas usaha yang saya lakukan. Namun, pengalaman saya mengajarkan bahwa merendahkan diri bukan berarti menurunkan harga diri kita. Sebaliknya, itu adalah proses belajar sabar dan percaya sepenuhnya pada rencana Tuhan, meskipun hasilnya belum tampak saat ini. Saya ingat suatu periode ketika doa dan usaha saya tampak belum membuahkan hasil. Perasaan berada di bawah, tidak terlihat, dan tidak dihargai, terasa sangat berat. Namun, saya mencoba mengingat bahwa mungkin Tuhan sedang memakai masa itu untuk membentuk saya, memperkuat iman, dan menundukkan ego saya. Kata-kata yang sering saya ingat adalah bahwa merendahkan diri di bawah tangan Tuhan adalah langkah bijak agar pada waktunya Tuhan mengangkat kita dengan kuasa-Nya, bukan dengan kesombongan kita. Bagi saya, merendahkan diri berarti tidak memaksa keadaan atau membandingkan diri dengan orang lain, melainkan fokus memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik sambil menunggu waktu yang tepat. Saya juga belajar untuk tetap setia dalam diam, tetap berdoa, dan tidak cepat kecewa ketika jawaban belum datang. Kunci utamanya adalah percaya bahwa tangan Tuhan lebih kuat dan lebih bijak dari usaha kita sendiri. Pengalaman ini mengajarkan saya betapa pentingnya menjaga harga diri, yakni keyakinan bahwa kita berharga di mata Tuhan dan diri sendiri, tanpa harus menyombongkan diri. Merendahkan diri justru membuat kita lebih rendah hati, lebih manusiawi, dan lebih siap menerima anugerah yang telah dipersiapkan Tuhan. Semoga pengalaman ini memberi semangat bagi teman-teman yang mungkin sedang menghadapi masa sulit, ingatlah bahwa setiap proses ada waktunya dan Tuhan tidak pernah melupakan kita.



















































