Orang lain tau apa tentang kita, kita mau dianggap pengangguran juga tak apa toh saya pun juga makan tak minta sana setuju tidak??! #BudeLemon8 Lemon8_ID

4/11 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSeringkali, orang-orang di sekitar kita memberikan label pengangguran hanya berdasarkan pengamatan dangkal, tanpa tahu apa sebenarnya aktivitas yang dijalani. Dari pengalaman pribadi, meskipun saya tidak memiliki pekerjaan formal, saya sangat sibuk dengan berbagai aktivitas yang produktif seperti mengurus keluarga, belajar mandiri, hingga mengembangkan hobi yang juga bisa menjadi peluang bisnis. Saya memahami betapa frustrasinya saat orang lain menganggap kita 'tidak berbuat apa-apa' hanya karena kita tidak terikat dengan pekerjaan kantor ataupun perusahaan. Padahal, kesibukan itu bisa dalam bentuk apa saja, mulai dari pekerjaan rumah tangga, kegiatan sosial, hingga persiapan untuk memulai usaha sendiri. Selain itu, penggunaan istilah ‘nganggur’ dalam bahasa sehari-hari bisa sangat membingungkan. Dalam tulisan dan gambar yang dibagikan, terlihat ada penjelasan bahwa meskipun seseorang dianggap nganggur, sebenarnya ia memiliki banyak pekerjaan atau kesibukan yang mungkin tidak terlihat secara kasat mata. Ini jadi pengingat penting bahwa tidak semua kesibukan bisa dilihat atau diukur dengan standar pekerjaan konvensional. Menghadapi stigma tersebut, penting bagi kita untuk lebih empati dan menghargai usaha orang lain dalam berbagai bentuk. Jangan mudah menghakimi seseorang sebagai pengangguran hanya karena tidak memiliki pekerjaan formal. Mungkin mereka sedang dalam proses belajar, berekspresi, atau mempersiapkan sesuatu yang besar untuk masa depan. Selain itu, di era digital sekarang, banyak peluang yang tidak terlihat secara langsung seperti kerja freelance, content creator, atau usaha online yang cukup menyita waktu dan tenaga. Jadi, tubuh dan pikiran bisa sangat sibuk walaupun terlihat dari luar seolah tidak bekerja. Pada akhirnya, yang penting adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu dan kesibukan itu untuk pengembangan diri dan mencapai tujuan hidup. Jadi, mari saling menghargai dan memahami berbagai bentuk kesibukan yang mungkin berbeda dari pandangan umum masyarakat.