2025/10/25 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku pertama kali kenal sambalado sijangkang justru gara-gara sering dengar orang cerita tentang Batang Sijangkang dan kulinernya. Awalnya aku pikir sambalnya sama aja kayak sambal merah biasa, tapi setelah cobain versi resep nenekku, ternyata rasanya beda banget dan bikin nagih. Sambalado sijangkang ini termasuk sambal sederhana, cuma pakai bahan-bahan yang gampang ditemuin: cabai merah, bawang merah, bawang putih, tomat (kalau suka ada sedikit asam), garam, dan kadang ditambah sedikit terasi atau kaldu bubuk. Kunci rasanya ada di cara menggoreng bahan dan tingkat kematangan cabainya. Aku biasanya goreng cabai, bawang, dan tomat sebentar pakai minyak panas, baru ditumbuk kasar, bukan diblender halus, supaya teksturnya masih kerasa. Kalau kamu habis main atau lewat daerah Batang Sijangkang, sambal model begini tuh pas banget dijadiin pelengkap makan siang. Di rumah, sambalado sijangkang ini sering jadi lauk andalan waktu lagi malas masak yang ribet. Cukup sambalado sijangkang, nasi hangat, dan lauk sederhana kayak telur dadar, ikan goreng, atau tempe goreng, udah berasa mewah banget. Versi nenekku punya ciri khas: sambalnya nggak terlalu berminyak dan lebih condong ke pedas segar. Kadang beliau tambahin jeruk nipis sedikit di akhir, jadi wangi dan ada rasa segernya. Buat kamu yang nggak terlalu kuat pedas, jumlah cabainya bisa dikurangi dan dicampur cabai merah besar biar warna tetap merah cantik tapi pedasnya lebih bersahabat. Yang paling aku suka dari sambalado sijangkang ini adalah fleksibelnya. Bisa dipadukan dengan masakan Minang lainnya, kayak ayam goreng, ayam pop, atau ikan balado. Bahkan makan sama sayur rebus sederhana, misal daun singkong atau kol rebus, sambalnya tetap terasa menonjol dan bikin lahap. Kalau mau coba bikin sendiri di rumah, tipsku: pakai minyak panas bekas goreng bahan sambal untuk menumis sambalnya sebentar lagi setelah ditumbuk. Ini bikin aroma sambalado sijangkang semakin harum dan tahan lebih lama kalau disimpan. Biasanya aku simpan di wadah kaca tertutup di kulkas, bisa awet sampai beberapa hari dan tetap enak. Buat kamu yang penasaran dengan rasa khas Batang Sijangkang tapi belum sempat datang langsung ke sana, nyobain sambalado sijangkang versi rumahan ini bisa jadi cara paling gampang buat ngerasain sedikit cita rasa kuliner dari sana. Pelan-pelan kamu bakal ngerti kenapa sambal sederhana begini bisa jadi lauk kesukaan di banyak rumah, termasuk di keluargaku sendiri.