Karnaval ngraseh #UlfiWedding #fyppppppppppppppppppppppp #muabojonegoro #masukberandafyp #makeupartist
Aku sering dapat request make up karnaval anak SD, apalagi pas musim pawai 17-an atau karnaval sekolah. Biasanya guru dan orang tua cuma minta satu: riasannya lucu, ceria, tapi tetap aman di kulit anak dan gak berlebihan. Pertama, aku selalu mulai dari skincare tipis-tipis. Cukup bersihin wajah anak pakai micellar water atau air hangat, lalu pakai pelembap khusus anak atau yang formulanya lembut. Aku biasanya menghindari foundation tebal. Untuk anak SD, cukup pakai BB cream ringan atau bedak tabur supaya kulit tetap bisa bernapas dan gak terasa berat. Untuk alis, jangan digambar tebal seperti orang dewasa. Anak-anak sudah punya alis alami yang lucu. Kalau mau dirapikan, aku cuma sikat sedikit dan isi tipis di bagian yang kosong pakai pensil alis warna cokelat muda. Hasilnya tetap natural. Bagian yang paling seru tentu eye make up. Make up karnaval anak SD biasanya identik dengan warna cerah: pink, biru muda, ungu lembut. Aku suka pakai eyeshadow shimmer tipis supaya mereka terlihat ceria di panggung atau sepanjang jalan karnaval. Hindari eyeliner tajam, ganti dengan eyeliner cokelat atau hitam yang digambar lembut, atau bahkan cukup maskara tipis supaya bulu mata lebih hidup. Blush on wajib, tapi jangan sampai seperti badut. Pilih warna peach atau pink muda, sapukan di pipi dengan gerakan memutar. Ini bikin wajah anak kelihatan segar dan manis di foto. Untuk bibir, aku suka pakai lip tint atau lip balm berwarna biar mereka tidak merasa bibirnya kering. Kalau temanya kostum tertentu, misalnya pahlawan, profesi, atau tokoh kartun, aku sesuaikan make up dengan kostumnya. Misalnya kostum dokter kecil, make up-nya lebih natural. Kalau kostum penari tradisional, warnanya bisa sedikit lebih tegas, tapi tetap ingat kalau mereka masih anak SD. Hal penting yang sering orang lupa adalah ketahanan make up karnaval anak SD. Karena mereka aktif bergerak dan berkeringat, aku biasanya pakai setting spray ringan dan sarankan orang tua membawa tisu serta bedak kecil untuk touch up. Jangan lupa, ajak anak ngobrol sepanjang proses rias supaya mereka nyaman dan gak takut. Pengalaman rias anak buat karnaval di Ngraseh bikin aku makin sadar kalau make up anak itu bukan soal glamor, tapi soal bagaimana mereka bisa merasa percaya diri tanpa dipaksa tampil dewasa. Yang penting, produk yang dipakai aman, tekniknya lembut, dan hasilnya tetap mencerminkan dunia anak yang ceria dan polos.






















































