... Baca selengkapnyaKadang kita suka lupa betapa besar pengorbanan seorang ibu untuk anaknya. Dari awal hamil, tubuh ibu sudah berubah total: mual, pegal, susah tidur, tapi tetap dijalani demi kelangsungan hidup si bayi. Di situ aku merasa kata "mengasihi" benar-benar hidup, bukan sekadar tulisan.
Waktu seorang ibu mulai menyusui, banyak orang cuma lihat dari luar sebagai "orang nenen" saja, padahal proses itu panjang. Ada ibu yang awalnya ASI belum keluar lancar, puting sakit, bayi sering menangis, tapi dia tetap bertahan. ASI bukan cuma makanan, tapi bentuk kasih sayang ibu yang dikirim langsung dari tubuhnya untuk si kecil. Di satu tegukan ASI ada rasa lelah, doa, dan harapan supaya anak tumbuh sehat.
Kalau dipikir lagi, hebatnya seorang ibu bukan cuma soal melahirkan. Setelah bayi lahir, begadang berbulan-bulan jadi hal biasa. Malam-malam bangun karena anak nangis, ganti popok, susuin lagi, sementara tubuhnya sendiri masih proses pemulihan. Tapi dia tetap mengasihi tanpa banyak mengeluh. Di momen-momen capek seperti itu, banyak ibu yang malah makin dekat sama Tuhan, merasa semua kekuatan datang dari Dia.
Aku pribadi sering terharu kalau lihat ilustrasi ibu menyusui bayinya. Ada nuansa tenang, lembut, dan rasa aman di wajah bayi yang nenen di pelukan ibunya. Di situ kelihatan banget bahwa wanita diciptakan sebagai sumber kehidupan. Tanpa ibu, kita nggak akan pernah ada di dunia ini. Tulisan "mengasihi" yang benar menurutku adalah saat kita bisa mensyukuri peran ibu dan tidak meremehkan perjuangannya.
Buat yang masih punya ibu, mumpung masih dikasihi secara langsung, peluk dia lebih sering. Ucapkan terima kasih, walau cuma hal kecil seperti: "Makasi ya, sudah capek mengurus aku dari aku bayi nenen sampai sekarang." Dan buat ibu-ibu yang lagi berjuang menyusui, jangan minder kalau ASI nggak selalu sempurna. Tuhan melihat setiap usaha dan air mata kalian.
Pada akhirnya, hebatnya seorang ibu bukan hanya di masa bayi. Kasihnya terus mengalir sampai anak dewasa: mendoakan dari jauh, mengingatkan makan, khawatir kalau anak pulang malam. Semua itu adalah bentuk mengasihi yang nggak akan pernah habis. Semoga kita semua bisa lebih menghargai ibu dan menjadikan rasa sayang itu sebagai refleksi kuasa Tuhan dalam hidup sehari-hari.