Ide Snack Mpasi kaya zat besi nih bund
Sebagai ibu dengan bayi 10 bulan, aku juga sering bingung cari ide snack MPASI yang sehat tapi tetap disukai anak. Di usia ini, biasanya bayi sudah mulai tertarik pegang makanan sendiri, jadi finger food seperti nugget hati ayam ini bisa jadi camilan bayi 10 bulan yang praktis. Biasanya aku jadikan nugget hati ayam ini sebagai cemilan di sela jadwal makan utama. Misalnya pagi setelah sarapan, atau sore hari sebelum mandi. Porsinya kecil saja, cukup beberapa potong karena fokus utamanya tetap di makan utama dan ASI/susu formula. Untuk tekstur, di usia 10 bulan aku buat adonan agak lembut tapi tetap bisa digenggam. Hati ayamnya dikukus dulu baru diblender dengan bawang putih, bawang bombai, setengah batang daun bawang yang sudah ditumis, telur, kaldu bubuk mpasi dan sedikit lada bubuk. Setelah halus, baru dimasukkan ke food container. Jangan diisi penuh karena nanti kalau dikukus akan ngembang. Kukus kurang lebih 20 menit sampai matang, baru setelah dingin bisa dipotong-potong. Supaya lebih praktis jadi stok cemilan bayi 10 bulan, aku biasanya bikin agak banyak lalu disimpan di freezer. Potong-potong nugget yang sudah dikukus, tata di wadah kedap udara atau ziplock. Saat mau disajikan, tinggal di-thaw dulu lalu bisa digoreng pakai sedikit minyak atau dipanggang pakai teflon anti lengket. Kalau mau lebih minim minyak, bisa disemprot sedikit minyak zaitun saja. Buat bund yang khawatir soal tepung, resep ini memang ide finger food tanpa tepung, jadi teksturnya lembut dan lebih fokus ke protein dari hati ayam dan telur. Zat besinya lumayan tinggi, cocok untuk bantu kebutuhan zat besi bayi 10 bulan yang lagi aktif-aktifnya. Kalau si kecil belum terlalu mahir mengunyah, potong nugget kecil-kecil dan selalu dampingi saat makan. Tips dari aku, perhatikan juga respon bayi. Di awal kenalkan sedikit dulu sebagai snack mpasi 10 bulan, kalau cocok dan tidak ada reaksi alergi baru bisa jadi stok andalan. Jangan lupa tetap seimbangkan dengan sumber karbohidrat, sayur dan buah di menu harian supaya kebutuhan gizi si kecil tetap lengkap.












































