2/25 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMenjadi seorang ibu, baik yang mengurus rumah tangga penuh waktu maupun yang juga bekerja di luar, memang tidak mudah. Saya sendiri pernah merasakan bagaimana rasanya ketika beban pikiran menumpuk; masalah pekerjaan yang belum selesai, tanggung jawab rumah, dan kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi secara bersamaan. POV: Ketika ibu sudah capek, keadaan jadi mudah terganggu. Sering kali, hanya dengan suasana yang mendukung seperti langit mendung dan angin sepoy-sepoy, pikiran jadi melayang ke banyak hal. Entah itu tentang pekerjaan, rumah, atau persoalan lain dalam hidup. Walaupun "bengong" bukan solusi, momen itu kadang menjadi cara kami untuk menenangkan hati dan pikiran yang penat. Yang paling saya rasakan membantu adalah mengadukan segala kelelahan dan kegelisahan ini kepada Allah SWT serta berbagi bersama suami yang selalu setia mendukung di setiap suka dan duka. Dukungan keluarga dan keyakinan spiritual membuat hati terasa lebih plong dan tenang. Kesadaran ini membuat saya lebih kuat menghadapi tantangan sebagai ibu yang multitasking. Untuk ibu-ibu lainnya, jangan lupa bahwa kalian hebat! Penting untuk terus menjaga semangat, memberi ruang untuk beristirahat, dan memprioritaskan kesehatan mental. Berbagi cerita dengan sesama ibu juga bisa menjadi cara yang ampuh untuk melepas beban dan mendapatkan solusi bersama. Semua ibu berhak mendapatkan perhatian dan apresiasi. Dengan menjaga keseimbangan hati dan pikiran, kita bisa melewati setiap tantangan dan tetap menjadi sosok ibu yang hebat dan penuh cinta.