Tumis tempe cecek
Kalau dengar "oseng tempe", kebayangnya pasti masakan super sederhana yang jadi andalan di rumah. Aku sendiri sering banget bikin oseng tempe cecek ini kalau lagi pengin masak cepat, hemat, tapi tetep ada lauk yang bikin lahap makan nasi. Biasanya aku pakai tempe yang teksturnya agak padat, jadi waktu dioseng dia nggak gampang hancur. Tempe aku potong kecil memanjang atau dadu, tergantung lagi pengin gaya apa. Kalau ada cecek (kikil sapi), aku tambahin sedikit biar teksturnya lebih rame – kenyal dari cecek, lembut dari tempe, itu yang bikin oseng tempe versi ini beda dari oseng tempe biasa. Bumbunya sendiri nggak ribet: bawang merah, bawang putih, sedikit cabai (bisa rawit kalau suka pedas), daun salam, lengkuas geprek, garam, gula, dan kecap. Kadang aku tambahin sedikit kaldu bubuk biar rasanya lebih gurih. Trik dari aku, tumis dulu bumbu sampai benar-benar harum dan agak kecokelatan, baru masukkan tempe dan cecek. Cara ini bikin oseng tempe lebih wangi dan bumbunya meresap. Untuk yang nggak terlalu suka pedas, cabainya bisa dikurangi atau pakai cabai merah besar yang sudah dibuang bijinya. Kalau di rumah lagi banyak stok sayur, aku juga suka selipin irisan kacang panjang atau petai di oseng tempe, jadi satu menu bisa sekalian ada sayurnya. Rasanya jadi mirip masakan rumahan khas warteg, gurih manis pedas yang bikin nambah nasi. Oseng tempe ini juga enak banget dijadikan bekal. Biasanya aku masak sedikit lebih kering, jadi nggak terlalu banyak kuah minyak. Disimpan di wadah tertutup, tahan sampai seharian di suhu ruang. Kadang kalau keesokan harinya masih sisa, aku panaskan lagi dan tambah sedikit cabai rawit utuh, rasanya justru makin mantap. Menurutku, kunci oseng tempe yang enak itu di keseimbangan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas. Jangan lupa cicipin di akhir masak, kalau kurang manis tinggal tambah kecap, kalau kurang gurih tambahkan garam atau kaldu. Dengan bahan sederhana, kita tetap bisa bikin oseng tempe cecek yang rasanya mirip masakan ibu di rumah, cocok banget jadi menu masakan sehari-hari.
































