tanaman pegagan Dan temu mangga
kedua tanaman herbalku
☘️pegagan bagus buat otak, sedikit crita tentang tanaman pegagan ini..nenek Dari suami ketika masih muda suka sekali melalap mentah pegagan Ini, alhamdulillah sampai usia 90 an bliau masih jelas baca Quran Tanpa kacamata, pendengarannya juga jelas, Daya ingatnya juga kuat, juga terlihat cantik di usia 90 an...(meninggal usia 96 th, th 2021) trnyata rahasianya adalah sering melalap pegagan. Pantas saja tanaman pegagan Ini sering dipakai sebagai bahan untuk skin care kecantikan.yuk siapa yang mau coba lalap mentah atau di jus?🥰
🌿Rimpang temu mangga ...siapa yang pernah mengkonsumsi rimpang rasa mangga? baunya khas kyak mangga...
temu mangga banyak khasiat nya, diantaranya
Mengatasi kanker
Sakit perut
Mengecilkan rahim setelah melahirkan
Mengurangi lemak perut
Meningkatkan nafsu makan
Memperkuat nafsu makan
Mengobati sesak napas (asma)
Mengobati radang saluran napas (bronkitis).
sumber sidomuncul.co.id
#HarusGimana kalau sakit#
Aku pertama kali kenal pegagan itu justru sebagai tanaman hias di pot kecil. Daunnya bulat agak cekung seperti mangkuk kecil, warnanya hijau segar, tangkainya ramping. Kalau di sawah atau kebun yang lembap, pegagan biasa tumbuh menjalar membentuk hamparan hijau rendah, bukan tanaman tinggi. Dari yang aku baca, pegagan berkembang biak dengan cara stolon/rimpang yang menjalar di permukaan tanah, jadi makin lama bisa makin rimbun kalau media tanam dan kelembapannya pas. Buat teman-teman yang masih bingung membedakan pegagan dengan tanaman lain, ciri-ciri yang paling kelihatan: daun bulat seperti kipas kecil, tepinya bergerigi halus, dan tumbuh dari batang yang menjalar di tanah. Bukan seperti rumput biasa ya. Kalau di pot, biasanya ditanam agak rapat supaya kelihatan rimbun. Di foto pun pegagan ini kelihatan cantik banget sebagai tanaman herbal sekaligus penghias teras. Sekarang kalau ngomongin temu mangga, bentuk tanamannya mirip tanaman kunyit-kunyitan. Daunnya lebar memanjang, hijau, keluar dari rimpang di dalam tanah. Kalau rimpangnya digali, bentuknya mirip kunyit tapi saat dikupas aromanya khas banget, harumnya seperti mangga muda. Di beberapa daerah, tumbuhan temu mangga ini ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat keluarga. Gambar pohon temu mangga yang sering aku lihat di internet juga sama: daun tegak, panjang, dan tumbuh bergerombol dari satu rumpun rimpang. Dulu aku juga sempat bingung, temu mangga itu apa sih? Ternyata temu mangga adalah salah satu jenis Curcuma (kerabat kunyit dan temu lawak) yang punya banyak khasiat. Selain untuk mengurangi lemak perut dan membantu pemulihan rahim setelah melahirkan, banyak yang pakai untuk keluhan pencernaan seperti sakit perut, mual, sampai nafsu makan menurun. Ada juga yang memanfaatkannya untuk masalah pernapasan seperti sesak napas dan bronkitis, biasanya diolah jadi jamu hangat. Untuk cara konsumsi, versi rumahan yang sering aku temui: rimpang temu mangga dicuci bersih, dikupas tipis, lalu diiris dan direbus dengan air sampai mendidih. Air rebusannya diminum hangat-hangat. Ada yang menambahkan madu atau gula aren supaya rasanya lebih enak. Kalau pegagan, selain dimakan mentah sebagai lalapan atau dijus, ada juga yang mengeringkan daunnya lalu diseduh seperti teh. Menariknya, pegagan ini tidak hanya dikenal di Indonesia saja. Di beberapa negara Asia, ada istilah pegaga cina yang juga merujuk pada jenis Centella asiatica yang dimanfaatkan untuk kesehatan otak, kulit, dan sirkulasi darah. Bahkan di produk skincare modern pun sering muncul ekstrak Centella asiatica sebagai bahan untuk menenangkan kulit. Kalau kamu tertarik menanam sendiri, dua tanaman ini cocok banget jadi koleksi di rumah. Pegagan bisa dijadikan tanaman rendeng penutup tanah di pot panjang atau di pinggir taman, sementara temu mangga bisa ditanam di tanah atau polybag besar. Selain dapat manfaat herbalnya, tampilan hijau mereka juga bikin halaman kelihatan lebih segar. Dari pengalamanku, kunci memakai herbal seperti pegagan dan temu mangga adalah rutin tapi tetap bijak. Aku pribadi selalu anggap mereka sebagai pendukung, bukan pengganti obat dokter. Buat yang punya penyakit tertentu, apalagi serius seperti kanker, sebaiknya tetap konsultasi tenaga kesehatan dulu kalau mau menjadikan temu mangga atau herbal lain sebagai pendamping terapi.


Dua duanya aku belum pernah coba. Tapi itu banyak banget manfaatnya kata mama ku. Kalau dirumah yang sering buat lalap biasanya pucuk daun buas buas heheh