keyword "BUKU"
Aku pernah ada di fase capek.
Capek ngomel.
Capek nyuruh.
Capek merasa anak susah diatur.
Sampai akhirnya aku sadar…
Anak nggak pernah benar-benar mendengar kita.
Tapi mereka selalu memperhatikan kita.
Waktu aku mulai duduk dan baca,
tanpa drama, tanpa maksa,
anak ikut mendekat.
ini bukan cuma soal anak.
Ini soal ibu juga.
Ibu yang mau bertumbuh.
Ibu yang mau jadi role model.
Ibu yang nggak berhenti punya mimpi.
Makanya aku pilih jadi partner di dunia literasi.
Karena aku percaya, perubahan dimulai dari rumah.
Kalau kamu juga lagi di fase “pengen berubah tapi bingung mulai dari mana”…
Yuk mulai dari buku 💛
DM: BUKU
Pengalaman pribadi saya mengajarkan bahwa membangun kebiasaan membaca bersama anak bukan hanya soal memaksa mereka untuk suka buku, melainkan tentang menjadi teladan. Awalnya, saya juga sering merasa lelah dan frustrasi saat anak sulit diatur dan tampak tidak mendengar. Namun, ketika saya mulai duduk tenang dan membaca tanpa paksaan atau tekanan, anak saya mulai tertarik secara alami. Saya mulai dengan waktu membaca singkat, hanya 5-10 menit per sesi, duduk dekat bersama tanpa ceramah. Kejutan terbesar adalah ketika anak saya mulai meniru dan bahkan bertanya tentang buku yang saya baca. Ini membuka dialog kecil dan memperkuat ikatan kami. Saya belajar bahwa anak lebih memperhatikan apa yang kita lakukan daripada apa yang kita katakan. Proses ini juga membawa perubahan pada diri saya sebagai ibu. Saya menjadi lebih sabar, tenang, dan mampu mengelola emosi dengan lebih baik. Literasi di rumah menjadi fondasi yang tidak hanya memperkuat kecintaan anak pada membaca, tetapi juga membentuk lingkungan belajar yang sehat. Bergabung dengan komunitas literasi memberi saya dukungan dan kesempatan untuk terus bertumbuh, bahkan mendapat penghasilan dari kegiatan yang saya cintai. Jadi, jika kamu merasa bingung memulai perubahan, mulailah dari diri sendiri dulu dengan membuka buku. Dengan konsistensi dan keteladanan, tumbuhkan budaya membaca yang membawa dampak besar bagi keluarga.







