... Baca selengkapnyaKalau biasanya kita lihat banner martabak cuma buat baca menu dan harga, kali ini aku malah kepikiran hal lain pas lagi nunggu pesanan. Di banner martabak itu kan suka ada foto martabak manis yang sudah dipotong-potong rapi dalam kotak, ya. Dari situ aku kepikiran, gimana kalau tiap 1 potong martabak manis itu punya arti kepribadian yang beda-beda?
Bayangin kamu lagi duduk di depan kotak martabak manis hangat, isian cokelat tebal, terus tiap potongannya dikasih nomor 1 sampai 10. Kamu cuma boleh pilih satu. Biasanya, tanpa sadar kita langsung tertarik ke potong tertentu: ada yang suka ujung pinggiran yang lebih crunchy, ada yang suka bagian tengah yang super lembut dan penuh topping. Dari situ, aku ngerasa pilihan kecil kayak gitu bisa nunjukin sedikit cara kita ngambil keputusan.
Misalnya, kalau kamu tipe yang pasti ambil potongan pertama yang paling dekat sama kamu, biasanya kamu orangnya to the point dan nggak suka ribet. Sementara kalau kamu justru muter-muter dulu lihat semua bagian sebelum memutuskan, mungkin kamu lebih perfeksionis dan suka mempertimbangkan banyak hal. Seru kan, dari 1 potong martabak manis aja bisa jadi bahan refleksi kecil tentang diri sendiri.
Aku pribadi sering banget ngobrol sama teman sambil nunjuk ke kotak martabak, "Eh, kamu pilih yang mana?" Lalu dari pilihan mereka, obrolan malah melebar ke kebiasaan hidup, cara ambil keputusan, sampai tipe pasangan yang mereka suka. Ternyata makanan yang kelihatannya cuma buat ngemil malam-malam bisa jadi pemicu ngobrol hal-hal yang lebih dalam.
Kalau kamu nemu banner martabak di pinggir jalan atau di depan kedai, coba deh perhatiin gambar martabak manis yang sudah dipotong-potong itu. Coba bayangin kalau kamu lagi benar-benar lapar, tinggal satu kotak di depan kamu, dan kamu harus cepat memilih 1 potong martabak manis. Tanpa mikir terlalu lama, potongan nomor berapa yang bakal kamu ambil duluan? Di situ kadang kelihatan, kamu itu tipe yang spontan, perhitungan, pemberani, atau justru penikmat zona nyaman.
Buat aku, tes kepribadian kayak gini memang bukan sesuatu yang ilmiah banget, tapi justru di situlah serunya. Rasanya lebih santai, lebih relate sama keseharian, dan gampang dicoba siapa aja. Kamu juga bisa pakai ide ini kalau lagi kumpul bareng keluarga atau teman: pesan martabak manis, kasih nomor di tiap potongan, lalu tebak-tebakan kepribadian masing-masing. Dijamin bikin suasana jadi lebih ramai, apalagi kalau ada yang merasa hasil tebakannya "kok ngena banget".
Jadi, lain kali kamu lihat kotak martabak atau banner martabak di depan toko, jangan cuma mikir topping apa yang mau kamu pesan, tapi juga coba tanyain ke diri sendiri: kalau cuma boleh ambil 1 potong martabak manis, kamu bakal pilih yang mana, dan kenapa? Dari situ, kamu mungkin bisa belajar sedikit lebih banyak tentang dirimu sendiri.
tim suka ekor martabak no.6 dan 10 wkwkwkwk enak kriuk pinggirian martabak.a dan potongan.a juga ga terlalu besar.